alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Butuh Diskusi untuk Cari Solusi

MATARAM-Gerbang Tembolak Kota Mataram semakin ramai. Seiring dengan itu, aktivitas swafoto para pengunjung juga semakin membahayakan.

Kondisi ini membuat Forum Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram mengingatkan Pemkot Mataram. Dua lembaga ini mengaku banyak menerima keluhan masyarakat. Sebab tempat berswafoto berada di jalan Baypass BIL II yang merupakan jalur bebas hambatan non-tol.

Dalam beberapa kali diskusi, baik FLLAJ NTB dan BPJN IX Mataram ingin mendengarkan langsung apa yang sedang direncanakan Pemkot Mataram. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda solusi yang ditawarkan Pemkot Mataram.

Ditanya hal itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, berencana akan menindaklanjuti keinginan FLLAJ NTB dan BPJN IX Mataram untuk menggelar diskusi terkait dengan penataan dan penertiban aktivitas swafoto di kawasan ini.

“Kalaupun ekspos itu memang terlalu teknis, nanti coba kami lakukan diskusi dengan mereka, kita tugasi dishub kota,” tegasnya, kemarin (20/3).

Menurutnya, diskusi semacam ini memang sangat diperlukan. Ini bisa diartikan sebagai bentuk perhatian semua pihak, sehingga tidak ada salahnya mendengar usulan dan saran dari pihak lain. Termasuk yang menjadi bagian dari forum itu adalah Dinas PUPR, Ditlantas Polda, Organda dan masih banyak lagi.

Memang sampai saat ini, baik FLLAJ NTB maupun BPJN IX Mataram sendiri belum melayangkan surat secara resmi. Tetapi kata Mahmuddin, bahwa Pemkot Mataram sudah seharusnya mengambil inisiatif terlebih dulu. Karena ikon tersebut berada di wilayah kendali Pemkot Mataram.

“Secara formal belum ada penyampaian, tetapi hal ini jelas akan kami tindak lanjuti,” terangnya.

Sebagai langkah penertiban, ia menyebut bahwa patroli sudah sering dilakukan Dishub Kota Mataram. Namun ia mengakui belum bisa dikatakan secara aktif dan masif. Karena terkendala keterbatasan personel, sehingga patroli pun tidak dilakukan sepanjang hari.

Dijelaskan, penataan gerbang tembolak masih terus disusun. Didalamnya ada fasilitas rest area, ruang terbuka hijau dan green belt, yang rencananya akan terintegrasi dengan Monumen Mataram Metro. Karena sarana penunjang itu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat, maka dalam forum diskusi nanti, Mahmuddin berharap FLLAJ NTB bisa memberikan saran terbaik.

“Apakah nanti dipasang rambu kurangi kecepatan atau rambu lain, atau bantuan penambahan petugas patroli. Namun terpenting adalah yang swafoto atau pengguna jalan aman dan selamat,” pungkasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks