alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Mohan: Kita Harus Bangkit!

MATARAM-Angka kemiskinan di Kota Mataram naik tipis. Pada 2018 lalu angka kemiskinan di Kota Mataram tercatat 8,96 persen. Sementara di triwulan pertama 2019, merangkak naik menjadi 9 persen.

Peningkatan warga miskin itu dinilai Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana masih wajar. Sebab, sejak akhir Juli 2018, daerah ini mengalami bencana gempa bumi bertubi-tubi.

“Masih wajar. Tapi tentu ini menjadi penyemangat kita bekerja lebih ekstra lagi untuk menurunkan angka kemiskinan itu,” kata Mohan, kemarin.

Diungkapkan, salah satu mesin penggerak ekonomi di Kota Mataram adalah sektor pariwisata. Dan, gempa bumi 2018 lalu membuat wisatawan khawatir datang ke Mataram.

Saat ini, lanjut Mohan, yang paling mendesak untuk dilakukan adalah, membangun kepercayaan. Meyakinkan orang untuk datang ke Mataram.

Misi ini tak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Masyarakat harus terlibat. Meski dengan cara sekecil apapun. “Masyarakat Mataram harus bangkit dulu. Mereka harus kembali ke aktivitas normal. Setelah itu baru kita bisa sampaikan ke orang lain, bahwa Mataram sudah membaik,” sebutnya.

Menurut Mohan, gempa yang terjadi juga membuat geliat investasi menurun. Buktinya, saat ini beberapa supermarket gulung tikar. Kondisi ini kemudian berimbas pada peningkatan pengangguran.

“Kalau pengangguran meningkat, itu artinya kemiskinan juga akan meningkat,” cetusnya.

Selain supermarket, bisnis hotel juga lesu. Saat ini rata-rata tingkat hunian hotel di Kota Mataram hanya 10 persen per bulan. “Kami berkomitmen untuk membantu pengusaha hotel,” tegasnya.

Terpisah Asisten I Setda Kota Mataran Lalu Martawang menuturkan, pada masa pemulihan ini, pihaknya akan fokus membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial. Karena bagaimanapun warga tidak ingin terus menerus dalam kondisi darurat bencana.

Sementara untuk pembangunan rumah rusak berat pascagempa, Martawang mengatakan, ia baru mendapat laporan dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram. Sebanyak 80 unit rumah yang rusak berat sudah selesai proses pengerjaan. Artinya bantuan Rp 50 juta sudah habis terpakai.

“Sebagai bentuk apresiasi, kami akan berikan cat gratis,” sebut mantan Kepala Bappeda Kota Mataram ini.

Sedangkan 700 lebih unit rumah rusak berat lainnya masih dalam proses pengerjaan. Kini kata Martawang, dengan bencana gempa ini, mau tidak mau warga harus membuat rumah tahan gempa. Hidup di daerah cincin api tidak bisa mengandalkan teori-terori ilmiah.

“Tak ada pilihan kita harus bersahabat dengan alam,” tuturnya.

Disinggung soal dana Rp 55 miliar yang belum ditransfer pemerintah pusat, Martawang mengatakan tidak ada masalah. Pemerintah pusat sudah berjanji akan mentransfernya dalam waktu dekat. “Kita tunggu saja,” tandasnya. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks