alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pulang dari Bali, 25 Pegawai Dishub Kota Mataram Jalani Tes Kesehatan

MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dan RSUD Kota Mataram melakukan langkah antisipasi awal. Terhadap sekitar 25 pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram yang baru pulang dari Bali.

”Itu akan dilakukan pemantauan,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, kemarin.

Pemeriksaan akan lebih dulu ditempuh dikes bersama petugas kesehatan dari RSUD Kota Mataram. Eko mengatakan, upaya tersebut dilakukan setelah seluruh pegawai dishub tiba di Kota Mataram.

”Rencananya hari ini (kemarin) tiba dari Bali. Mereka pakai pesawat,” ujarnya.

Setelah tiba di Mataram, petugas melakukan screening. Memeriksa kondisi kesehatan pegawai dishub. Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi mengatakan, pemeriksaan meliputi pengecekan suhu tubuh. Termasuk apakah mereka merasakan gejala sakit usai mengikuti kegiatan di Bali.

Sejauh ini, dikes belum mendapatkan informasi awal. Apakah ada salah satu pegawai dishub yang mengeluhkan sakit. ”Belum ada laporan. Makanya kita lakukan pemeriksaan dulu,” kata Usman.

Selama virus korona mewabah, Bali menjadi salah satu daerah endemis. Di sana bahkan sudah ada satu pasien yang positif korona telah meninggal dunia. Langkah pemeriksaan untuk memastikan dan mengetahui, apakah ada atau tidak pegawai dishub yang terpapar virus korona.

Usman mengatakan, pemeriksaan tidak dilakukan sekaligus. Petugas akan mendatangi satu per satu pegawai dishub. ”Sudah ada by name by address, nanti kita datangi ke alamat masing-masing. Akan dikunjungi petugas langsung,” tuturnya.

Mengenai potensi 25 pegawai masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) untuk kasus virus Korona, Usman tak ingin menarik kesimpulan lebih dini. Menurutnya, penetapan tersebut harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

”Kita lihat dulu pemeriksaannya dulu,” ujar Usman.

Meski begitu, sebagai langkah preventif, Usman berharap ke-25 pegawai Dishub tidak bepergian ke mana-mana. Bila perlu mereka mengisolasi diri di rumah. Untuk sementara ini, Dikes dan RSUD Kota Mataram masih melakukan pemantauan terhadap 18 warga kota.

Kadishub Kota Mataram M Saleh membenarkan 25 pegawainya baru saja dari Bali. Mengikuti diklat keselamatan lalu lintas. ”Di sana empat hari,” kata Saleh. (dit/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks