alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Tenang, Stok Bahan Pokok di Mataram Aman!

MATARAM-Di tengah merebaknya virus korona, sejumlah kebutuhan bahan pokok (bapok) berangsur-angsur naik. Salah satunya gula pasir.

“Maka dari itu, kami lakukan sidak,” kata Sekretaris Disdag NTB Baiq Nelly Yuniarti pada Lombok Post, kemarin (20/3).

Pada sidak kali ini, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB turut mengikutsertakan Satgas Pangan Polda NTB dan Disdag Kota Mataram. Pemantauan harga dan ketersediaan stok bapok ini dilakukan di sejumlah titik. Antara lain, pasar-pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern.

“Dari sidak yang kami lakukan, bisa kami pastikan stok bapok hingga Ramadan dalam kondisi sangat cukup. Kecuali gula,” jelasnya.

Nelly menjelaskan, untuk gula, stoknya memang cukup hingga Ramadan. Sayangnya, harganya tidak stabil. Yakni, berada di kisaran Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya, harga gula berada di kisaran Rp 12 ribu per kilogram.

“Ini karena suplai gula yang berkurang dari pusat,” tegasnya.

Dari sidak yang dilakukan, disdag memastikan ketersediaan stok masih tercukupi. Seperti minyak goreng, gula, beras, cabai, dan masih banyak lagi.

“Warga gak perlu panik, semua bapok ada kok. Baik di pasar tradisional maupun di pasar modern,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk menjaga ketersediaan stok bapok di sejumlah pasar modern, beberapa pelaku usaha memberikan aturan kepada konsumen. Yakni, pembatasan pembelian.

“Itu dilakukan agar warga tidak panic buying, dan beli semuanya. Tapi, aturan itu dari pusat (bukan dari daerah) yang diterapkan oleh beberapa supermarket,” tuturnya.

Sebagai informasi, beberapa swalayan memang mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak membeli kebutuhan bapok dalam jumlah besar.

“Ini untuk meminimalisir aksi panic buying,” kata General Manager (GM) Lombok Epicentrum Mall Salim Abdad.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida memastikan ketersediaan bapok tercukupi. Baik itu sembako ataupun komoditas lainnya.

“Semua bapok dalam kondisi tersedia, harganya aman, hingga Ramadan mendatang,” tegasnya. (tea/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks