alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Jangan Gagal Paham Baca Imbauan MUI Terkait Larangan Salat Jumat

MATARAM-Pro kontra terkait imbauan MUI yang meminta masyarakat meniadakan salat Jumat untuk sementara waktu tak kunjung menemui titik akhir. Sebagian warga di Kota Mataram masih tetap menggelar salat Jumat dengan alasanya masing-masing.

Menyikapi kondisi ini, MUI Kota Mataram pun akhirnya turun ke masyarakat. Memberikan pemahaman kepada mereka yang sampai saat ini masih gagal paham membaca surat imbauan MUI tersebut.

“Kita diminta menjaga salat Jumat. Tapi jika kondisinya mengkhawatirkan dan membahayakan orang lain, bisa tidak dilakukan. Diganti dengan salat Duhur di rumah masing-masing,” kata Ketua MUI Kota Mataram TGH Abdul Manan di depan tokoh agama dan tokoh masyarakat Lingkungan Selagalas, kemarin.

Sekadar diketahui, masyarakat di Lingkungan Selagalas sampai pekan kemarin masih menggelar salat Jumat di masjid setempat. “Jadi, dengan adanya halangan pandemi Covid-19 ini, salat Jumat bisa ditiadakan. Karena, perintah agama kita, tidak hanya iman yang kita jaga. Namun saudara kita juga harus kita dijaga,” tegas Manan.

Menurutnya, Covid-19 gampang menyebar pada kerumunan atau aktivitas berkumpul dengan bersentuhan langsung. Atas dasar itulah MUI mengambil sikap dengan aturan dan kaidah dalam Alquran dan Hadist. “Meninggalkan salat Jumat bukan untuk selamanya. Namun, hanya karena adanya wabah Covid-19 ini,” ujarnya.

Sementara Camat Sandubaya Saharudin yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan, larangan seperti ini tidak hanya untuk pelaksanaan salat Jumat bagi umat muslim. Namun untuk semua kegiatan ibadah yang membuat perkumpulan ditunda untuk sementara. “Sesuai imbauan pemerintah, ini harus kita tunda,” ungkap Sahar.

Saat ini kata dia, Kota Mataram sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19. Jadi ia meminta para tokoh agama dan masyarakat bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Ia tidak ingin ada warga terpapar dengan tidak mentaati imbauan ini. “Siapa yang mau disalahkan jika ada yang tertular,” ucapnya.

Sahar meminta masyarakat memahami kondisi ini. Jangan sampai membuat resah. “Mari bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan mentaati imbauan pemerintah. Jaga jarak dan tidak berkumpul untuk sementara waktu,” ungkapnya. (jay/r3/*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks