alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

PBJ Penanganan Korona Dipantau Inspektorat

MATARAM-Pengadaan barang dan jasa (PBJ) untuk penanganan Covid-19 mulai dilakukan gugus tugas Kota Mataram. ”Sudah ada yang berjalan,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, kemarin.

Pengadaan yang sudah dilakukan seperti pembelian cairan disinfektan dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram. Untuk penyemprotan di seluruh lingkungan se-Kota Mataram, selama lima bulan ke depan.

Selain itu, ada juga yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram. Terkait dengan biaya sewa di Wisma Nusantara. Yang merupakan tempat isolasi ODP maupun PDP.

Kata Mahmuddin, Dikes juga melakukan pengadaan untuk alat rapid tes. Begitu juga dengan RSUD Kota Mataram. ”Cuma administrasi secara utuh, kita belum dapat laporannya. Yang jelas sudah ada,” ujarnya.

Mantan Kadis PUPR ini mengatakan, anggaran pengadaan di Dikes untuk penanganan Korona sudah lebih dari Rp3 miliar. Pengeluaran tersebut berpotensi terus bertambah. Hingga pandemi Korona berakhir.

”Karena penanganan ini kan masih berjalan. Masih membutuhkan APD sampai alat untuk swab itu,” kata Mahmuddin.

Proses pengadaan, didampingi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Kota Mataram. Juga Inspektorat. Meski berada di situasi darurat, pengadaan harus dilakukan sesuai kaidah.

Mahmuddin mengatakan, kebijakan yang diberikan pemerintah pusat untuk pengadaan sangat fleksibel. Mendukung pencegahan dan penanganan virus Korona di daerah. ”Sangat longgar sekali, tapi tetap ada aturannya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan memang fleksibel. Tapi penawaran yang dilakukan harus akuntabel.  Selain itu, pemkot juga diberi kelonggaran untuk berutang. ”Kalau belum ada anggaran bisa dibayar tahun depan,” ujarnya.

Meski diperbolehkan berutang, pemkot akan tetap berhitung. Kata Mahmuddin, jangan sampai pengadaan barang/jasa yang dilakukan justru memberatkan untuk tahun anggaran berikutnya. ”Sekarang kita bisa langsung beli AP,” tandas Mahmuddin.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, fleksibilitas pengadaan barang dan jasa saat pandemi, jangan dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan. ”Lakukan dengan baik. Jangan melanggar aturan,” kata Alwan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Syamsul Luthfi Resmi Jabat Ketua PD NW Lotim

Ketua Umum PD NW Lotim HM Syamsul Luthfi mengatakan, siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Untuk itu dia berharap seluruh pengurus PD NW Lotim dan warga NW tetap kompak. "Karena tantangan kita ke depan semakin berat," tegasnya.

Astra Motor Gelar Kompetisi untuk Siswa SMA Sederajat

“Pelaksanaan AHMBS tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan ke-18 dengan mengusung tema "Satu Hati Menuju Indonesia Maju” ujar Kepala Wilayah Astra Motor NTB Budi Yanto.

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks