alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Harga Tak Sesuai, BPK Bakal Audit Pengadaan Barang JPS Mataram

MATARAM-Selisih harga di item barang program jaring pengaman sosial (JPS) segera ditindaklanjuti Pemkot Mataram. ”Nanti ada post audit, yang dilakukan BPK dengan dibantu Inspektorat,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, (18/5) lalu.

Post audit bisa dilakukan setelah pemkot membayar rekanan yang menyediakan barang. Sejauh ini, penyaluran JPS sudah dilakukan tiga kali. Dengan total bantuan yang diberikan mencapai 13.282 paket sembako.

”Ketiga dropping itu sudah bisa dilakukan post audit, karena sudah selesai pembayarannya,” ujarnya.

Mengenai selisih harga dengan RAB, Mahmuddin belum tahu persis. Ia menerangkan, dalam proses penyaluran JPS, pejabat pembuat komitmen (PPK) memiliki kewenangan untuk membuat standar harga. Yang tentunya disesuaikan dengan harga pasar.

Paket bantuan di JPS Kota Mataram nominalnya Rp250 ribu. Berdasarkan standar harga tersebut, PPK membuat perhitungan. Barang apa saja yang bisa dibeli dengan nominal tersebut.

Setelahnya, PPK menyampaikan kepada rekanan, melalui surat. Untuk mengadakan paket dengan jenis barang yang sudah ditentukan PPK. ”Item atau barangnya saja yang diminta. Tapi harga dari PPK tidak dicantumkan,” ujarnya.

Kata Mahmuddin, semua harga yang ditawarkan memiliki dasar. Selain itu, sebelum disetujui, Inspektorat juga melakukan review atas kewajaran harga tersebut.

Adapun post audit yang nanti dilakukan, untuk melihat adakah selisih harga. Sehingga menyebabkan Pemkot Mataram membayar lebih untuk paket sembako di JPS, yang diberikan untuk masyarakat.

”Kalau ada kelebihan, tentu kita akan minta untuk dikembalikan. Tapi mengenai jumlah pastinya, harus menunggu post audit dulu,” kata Mahmuddin.

Dalam proses penyaluran JPS, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram turun juga melakukan pendampingan. Hasilnya, ditemukan selisih harga di item barang dengan RAB yang ada. ”Kita temukan selisih harga sembako yang diadakan pada program JPS di Kota Mataram,” kata Kajari Mataram Yusuf.

Pada perencanaannya, per kepala keluarga mendapat jatah Rp250 ribu. Tetapi, sembako yang diadakan itu harga keseluruhannya tidak mencapai Rp250 ribu sesuai dengan RAB yang ada. ”Malah kurang dari Rp200 ribu,” bebernya.

Kendati demikian, jaksa belum menyelidiki lebih dalam terkait dengan temuan tersebut. Karena, program itu masih berjalan. ”Tunggu selesai dulu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, unsur merugikan negaranya juga perlu dibuktikan. Untuk itu, perlu diaudit terlebih dahulu. ”Itu nanti dari BPKP atau BPK yang audit. Kami mendampinginya di soal administrasi pada pengadaan dan penyaluran,” imbuhnya.

Tetapi, kejaksaan sudah meminta penyedia untuk memperbaikinya. Dia menyarankan agar seluruh anggaran Rp250 ribu itu dibelanjakan habis. Sehingga memenuhi kebutuhan sembako masyarakat.

”Kita baru menyarankan agar anggarannya dipergunakan dengan tepat dan dibelanjakan habis untuk masyarakat,” kata dia.

Selain adanya selisih harga, jaksa juga menemukan adanya sembako yang tidak berkualitas. Seperti, adanya telur busuk dan mi instan yang kedaluwarsa. Yusuf juga meminta kepada penyedia agar kesalahan dalam proses penyaluran sebelumnya bisa diperbaiki. Jangan sampai merugikan masyarakat.

”Kita minta agar pembagian tahap kedua lebih baik lagi dan menjalankan rekomendasi jaksa,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati mengatakan, adanya dugaan, nilai bantuan kurang dari Rp 250 ribu dalam setiap paket menjadi pelajaran. “Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih hati-hati,” kata Asnayati, kemarin.

Diungkapkan, kebutuhan sembako JPS disiapkan oleh pihak ketiga. Anggarannya memang ada di Dinsos. “Sebab kalau kita beli sendiri, SDM kita tidak mencukupi,” terang perempuan berjilbab ini.

Asna tidak sanggup jika pembelian sembako JPS dibebankan kepada Dinsos. Oleh karena itu, ditunjuklah pihak ketiga. “Jika penyalurannya tidak sesuai, silakan saja diaudit. Sehingga benar-benar tahu dimana letak kekurangan atau pun kelebihannya,” cetusnya.

Dinsos sifatnya hanya memvalidasi data. Mana warga yang memenuhi kualifikasi mendapat bantuan. Sedangkan soal isi bantuan, itu menjadi tanggungjawab pihak ketiga sesuai kesepakatan.

Rencananya, akan ada perubahan isi dari bantuan JPS. Telur akan diganti dengan abon atau bahan pokok lainnya. “Telur ini kan cepat rusak, makanya akan diganti dengan abon,” ungkap dia.

Saat ini tambah dia, JPS yang sudah disalurkan ke warga sekitar 13 ribu lebih. Bantuan ini disalurkan kepada warga yang belum menerima bantuan dari pusat.

Lurah Mandalika Yusuf Hidayat Sahidin menempel nama-nama warga yang mendapat bantuan JPS. Hal ini dilakukan agar warga yang lain tahu siapa saja yang mendapat bantuan.

“Kalau ada protes dari warga jika penerima JPS juga menerima PKH, akan kita coret,” tegas dia.

Sebagai lurah, pihaknya hanya menyalurkan bantuan ini kepada warga. Siapa saja yang berhak menerima, tentu ada datanya dari Dinsos. “Kita tempel nama-nama penerima JPS di kantor,” ungkap Yusuf.

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.
Enable Notifications    Ok No thanks