alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Keuangan Pemkot Mataram Menipis, Sekda : Insya Allah Tidak Bangkrut!

MATARAM-Pengaturan ulang anggaran (refocusing) untuk penanganan pandemi Covid-19 membuat keuangan Pemkot Mataram kembang kempis. ”Total yang direfocusing itu sampai Rp135 miliar,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, (18/5) Lalu.

Dengan realokasi anggaran hingga sebesar itu, pembangunan dipastikan tidak bisa terlaksana. Jika kondisi pandemi berlangsung hingga akhir tahun. Untuk sekarang saja, kata Eko, banyak pembangunan yang tertunda.

Bukan saja menunda banyak proyek, keuangan pemkot juga semakin menipis. Akibat sebagian besar anggaran difokuskan untuk menangani pandemi Covid-19. Meski begitu, Eko memberi garansi Pemkot Mataram bisa tetap survive hingga akhir tahun.

”Insya Allah tidak bangkrut,” ujarnya.

Anggaran sebesar Rp135 miliar tersebut, direncanakan digunakan hingga September. Untuk menangani Covid-19. Artinya, jika pandemi masih berlangsung setelah September, pemkot membutuhkan anggaran lebih besar lagi.

Dari kemampun fiskal, pemkot mampu untuk bertahan hingga akhir tahun. Hanya saja dalam prosesnya dipastikan tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Termasuk melakukan pembangunan.

Eko mengatakan, pemkot masih memiliki dana cadangan. Yakni silpa dari APBD 2019. Sebagian silpa telah digunakan untuk refocusing di tahap pertama dan kedua. Sekitar Rp30 miliar.

”Selain dari realokasi dari kegiatan di OPD, kita pakai juga silpa,” tuturnya.

Sekda tak mengetahui persis berapa jumlah silpa dari APBD 2019. Pastinya sisa dari yang telah digunakan untuk refocusing, nantinya bakal dipakai untuk kebutuhan anggaran di perubahan 2020.

”Nanti masuk di APBD perubahan, untuk pembiayaan kegiatan SKPD,” ucap Eko.

Hanya saja, kata Eko, itu bisa diwujudkan dengan syarat. Tentunya menyangkut juga kondisi pandemi Covid-19 di Kota Mataram. ”Kalau kasusnya tidak besar. Tidak membludak, kita masih bisa gunakan silpa. Kalau kasusnya besar, kita akan kesulitan,” katanya.

Jika kasus terus berlanjut melebihi September, dengan jumlah positif yang cukup banyak, pemkot akan kesulitan menanggung dampak korona. ”Harapan kita dalam waktu dekat ini berakhir. Seperti proyeksi dari pemerintah pusat, di Juni dan Juli akan mencapai puncaknya,” harap Eko.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, ketika pandemi Covid-19 berakhir lebih cepat, dari proyeksi di bulan September, maka anggaran yang telah direfocusing bisa digunakan.

”Tentu sisanya yang akan kita pakai. Nanti lewat APBD perubahan 2020 akan didistribusikan kembali ke OPD,” kata Mahmuddin. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks