alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pemeriksaan Suhu Badan Pengendara dari Luar Mataram Telan Dana Besar, Dewan : Tak Efektif!

MATARAM–Sementara itu, DPRD Kota Mataram meminta eksekutif mencari cara yang lebih efektif. Dalam melakukan pencegahan Covid-19 di Kota Mataram. ”Seperti penjagaan orang masuk di gerbang kota, anggarannya besar tapi tidak efektif,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat, (18/5) lalu.

Berdasarkan anggaran refocusing tahap pertama, screening akses masuk ke Kota Mataram menyedot biaya hingga Rp1,8 miliar. Yang dialokasikan untuk Dinas Perhubungan.

Dana tersebut digunakan untuk pengadaan thermo gun senilai Rp14 juta; road barrier sebesar Rp425 juta; operasional makanan dan minuman selama 20 hari dan enam hari sebanyak Rp697 juta.

Kemudian sewa mobil Rp76,5 juta; pengadaan megaphone Rp1 juta; pengadaan variabel message sign sebesar Rp600 juta; serta banner pengumuman Rp5 juta.

Ismul mengatakan, anggaran sebesar itu tak juga membuat kerja pengawasan menjadi lebih efektif. Selama pelaksanaan bahkan beberapa kali terpantau kendur. ”Yang menjadi perhatian dewan, pengetatan hanya terjadi beberapa hari. Setelah itu longgar,” tuturnya.

Ia menilai kerja pengawasan di batas kota tidak efektif. Terlihat dari kondisi Kota Mataram saat ini. Banyak terdapat kerumunan di pusat perbelanjaan pakaian. ”Yang belanja itu banyak dari luar Kota Mataram,” kata Ismul.

Dengan kondisi tersebut, ia meminta pemkot harus memikirkan cara lain. Tentu yang efektif. Sehingga refocusing anggaran bisa diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang lebih tepat sasaran. Yang fokus pada pencegahan penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh kembali berencana melakukan pengetatan. Untuk arus masuk ke Kota Mataram. Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan lebaran topat. ”Di batas atau gerbang kota itu akan kita perketat lagi penjagaan,” kata Ahyar.

Ahyar menyebut pemkot terus menggencarkan upaya untuk pencegahan penanganan Covid-19. Meski sekarang ini kasus virus Korona di Kota Mataram diklaimnya bisa dikendalikan. ”Kita lihat angka kesembuhan sudah lebih dari 50 persen dari kasus positif sebelumnya,” ujarnya.

Gugus tugas sedang melakukan upaya ekstra agar tidak ada lagi penyebaran kasus. Apalagi sampai muncul kasus-kasus baru. ”Kita sungguh-sungguh untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid ini,” tandas Ahyar. (dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks