alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pembayaran Parkir Non Tunai di Mataram Meningkat Drastis

MATARAM-Transaksi parkir non tunai di Kota Mataram mengalami peningkatan yang signifikan tahun ini. Para juru parkir (Jukir) sudah beramai-ramai menyetor retribusi parkir ke kas daerah menggunakan sistem non tunai.

“Perbandingan realisasi non tunai triwulan pertama di tahun 2021 dan tahun 2022 peningkatannya 925 persen,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh kepada Lombok Post, kemarin (19/5).

Di tahun 2021, pendapatan retribusi parkir dengan sistem non tunai triwulan pertama mencapai sekitar Rp 126 juta. Sementara di tahun ini, sejak Januari hingga Maret lalu, pendapatan retribusi parkir non tunai sebesar Rp 1,29 miliar. Ini yang membuat Pemkot Mataram mendapatkan penghargaan dari Bank Indonesia karena transaksi parkir non tunai mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Tenang, Stok Bahan Pokok di Mataram Aman!

“Artinya sudah mulai menuju mapan sistem non tunai ini. Kami sekarang memperkuat dari sisi SDM dan sistem. Hanya saja memang petugas IT yang kurang, kami baru punya dua orang yang melakukan pengolahan data,” ungkapnya.

Ia juga mengaku para jukir sekarang lebih senang menyetorkan hasil parkir dengan sistem non tunai. Karena mereka bisa melakukannya tanpa harus melalui koordinator lapangan atau mendatangi UPT Parkir di Kantor Dinas Perhubungan Kota Mataram.

“Kami sekarang bisa mengikuti informasi dari sistem. Jika sudah seminggu tidak disetorkan bisa ditegur,” jelas Saleh.

Retribusi parkir yang sudah terealisasi tahun ini hingga Bulan Mei mencapai Rp 2,5 miliar. Angka ini hampir mendekati realisasi tahun lalu sebesar Rp 3 miliar 80 juta. “Kami optimistis realisasi tahun ini bisa lebih dari realisasi tahun lalu,” yakinnya.

Baca Juga :  Mataram Terancam Kembali Masuk Zona Merah

Untuk mencegah kebocoran retribusi parkir, Dinas Perhubungan Kota Mataram gencar menertibkan para jukir liar. Bekerja sama dengan Satpol PP Kota Mataram dan pihak kepolisian.

“Kemarin ada sepuluh orang jukir liar di kawasan Cakranegara dan Sandubaya yang kami tertibkan. Mereka kami bina di kantor agar tidak merugikan masyarakat dan menarik parkir tanpa sepegetahuan UPT parkir,” tandasnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/