alexametrics
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020

Kurangi BBM, 660 Nelayan di Mataram Bakal Dapat Bantuan Konverter Elpiji

MATARAM-Program konversi bahan bakar minyak ke gas untuk nelayan Kota Mataram terancam ditunda akibat pandemi covid.

”Tahapannya seharusnya sudah dimulai dari bulan-bulan ini. Tapi, belum ada kabar dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Sujihartini, Jumta (19/6).

Komunikasi terakhir yang dilakukan DKP Mataram dengan pemerintah pusat, rencana bantuan konverter kit dan tabung elpiji tiga kilogram, akan disalurkan September atau Oktober.

Sebelum realisasi bantuan, kata Sujihartini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral biasanya mengundang pihaknya. Untuk melakukan rapat terkait sinkronisasi data penerima bantuan.

”Sampai sekarang belum ada kabar lagi. Kita disuruh menunggu,” ujarnya.

Keterlambatan proses, dikatakan Sujihartini tak lepas dari adanya pandemi Covid-19. Dia berharap bantuan tetap diberikan kepada nelayan di Kota Mataram. Setidaknya, Kementerian ESDM sudah memberi sinyal akan merealisasikan program setelah pandemi berakhir.

”Semoga tidak ada penundaan. Kalau covid ini selesai, bantuan bisa disalurkan langsung,” kata Sujihartini.

Rencananya, konverter kit beserta tabung gas elpiji akan dibagikan untuk 660 nelayan asal Kota Mataram. DKP telah mengusulkan jumlah calon penerima ke Kementerian ESDM. By name, by address.

Menurut Sujihartini, nelayan yang diusulkan sudah sesuai dengan persyaratan. Meski begitu, keputusan terakhir tetap berada di kementerian. Terkait berapa jumlah nelayan yang akan mendapat bantuan.

”Harapannya bisa semua dapat,” ujarnya.

Mengenai persyaratannya, bantuan diberikan untuk nelayan kecil. Yang memiliki sampan atau perahu dengan ukuran maksimal 15 GT. Atau nelayan dengan perahu yang masih menggunakan mesin ketinting.

”Syarat lainnya itu harus memiliki kartu nelayan,” sebut Sujihartini.

Bantuan yang diberikan terdiri dari mesin penggerak. As panjang. Baling-baling. Konverter kit. Dua tabung elpiji dengan berat tiga kilogram. Juga ada aksesoris pendukung lain, seperti regulator, reducer, dan mixer.

Kata Sujihartini, satu tabung elpiji tiga kilogram penggunaannya setara dengan BBM hingga tujuh liter. Bisa menghemat biaya operasional melaut hingga 50 persen. ”Tujuannya memang untuk menekan biaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sujihartini mengatakan, nelayan yang masih menggunakan BBM di Kota Mataram sebanyak 660. Jumlah yang sama, diusulkan kepada Kementerian ESDM. Artinya, jika sleuruh usulan diterima, sebanyak 1.400 nelayan di Kota Mataram sudah menggunakan BBG.

”Kalau diterima semua usulan, tidak ada lagi nelayan yang menggunakan BBM,” tandas Sujihartini. (dit/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lurah Cakra Barat: Yang Ambil Bansos Motornya Bagus-bagus

Bantuan sosial (Bansos) kepada warga miskin seringkali tidak tepat sasaran. Karena itu, Kelurahan Cakra Barat berinisiatif melakukan musyawarah kelurahan (Muskel) dalam waktu dekat ini. “Kita harus persiapkan data dulu sebelum Muskel,” kata Lurah Cakra Barat I Nyoman Swira.

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks