alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Realisasi Retribusi Parkir rendah, Wali Kota Mataram Semprot Dishub

MATARAM-Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana akan melakukan evaluasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terutama Dinas Perhubungan (Dishub) yang menjadi sorotan karena realisasi PAD dari retribusi parkir jauh dari target.

“Saya rasa banyak sekali  kantong-kantong parkir yang belum dikelola maksimal. Tidak digarap oleh dinas,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Menurutnya, kantong-kantong parkir harus dikelola dengan baik. Karena realisasi retribusi parkir masih rendah. Dari target Rp 18 miliar lebih, yang baru terealisasi sekitar Rp 1,8 miliar. “Ini kan sangat rendah dari target,” semprot Mohan dengan nada kesal.

“Ukuran kerja Dishub bukan hanya traffic management, tapi PAD sangat penting,” sambung pria yang juga menjabat Ketua DPD I Golkar NTB ini.

Dia tidak ingin ada pimpinan OPD mengeluh anggaran sebagai alasan menghambat kerja. Jika anggaran selalu dipenuhi belum tentu pekerjaan juga akan maksimal. Karena masalah yang dihadapi akan terus berkembang.

“Harus ada solusi mencari persoalan. Bukan tergantung anggaran,” cetusnya.

Ke depan dia meminta OPD, terutama Dishub harus ada inovasi. Memaksimalkan potensi yang ada. Harus ada pendekatan guna memberikan kontribusi yang signifikan. “Upaya pendekatan ini harus lebih efektif,” saran Mohan.

Tak hanya Dishub, namun OPD lainnya yang mengelola PAD juga harus ada terobosan dan inovasi untuk mencapai target. Jangan hanya bergantung pada anggaran yang ada.

“Sisa waktu yang kurang lebih dua bulan ini harus dimaksimalkan,” tukasnya.

Kabid Pengendalian dan Operasi  Dishub Kota Mataram Arif Rahman menggiatkan penegakkan juru parkir (Jukir) di seluruh wilayah Kota Mataram. Sebab, banyaknya jukir liar berpengaruh terhadap PAD retribusi parkir.

“Sekarang ini UPTD Parkir menerbitkan surat tugas bagi jukir,” ujarnya.

Kedepan kata dia, pembayaran parkir akan dilakukan non tunai. “Kami melihat secara pribadi nawaitu-nya sudah bagus,” imbuh Arif.

Dia juga meminta ada keterlibatan masyarakat dalam mengawasi. Jika ada jukir yang tidak memberikan karcis dan menunjukkan kode QR (quick response) untuk pembayaran parkir jangan mau bayar parkir. “Kami ingn pengendara minta karcis. Kalau tidak ada karcis jangan mau bayar parkir,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk mencapai target retribusi parkir tahun ini cukup berat. Dari target Rp 18 miliar lebih, paling tidak yang terealisasi sampai akhir tahun Rp 3 milar lebih. “Kalau mencapai target tahun ini berat,” tukasnya. (jay/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks