alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Soal Kontrak Pengelolaan Parkir RSUD Mataram, Wali Kota Minta Alasan Logis

MATARAM-Keputusan Direktur RSUD Kota Mataram yang baru, sukses jadi buah bibir. Itu setelah kabar kontrak pengelolaan parkir disambung lagi, memicu diskusi hangat yang cenderung panas.

Ada yang memandang itu sebagai kewenangan direktur. Adapula yang menilai langkah itu terlalu senasional sehingga harus dikritisi.

Dewan pun kaget. Langkah itu dianggap prematur di tengah rumor tak sedap tentang rekanan yang ditunjuk selama ini.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menarik nafas saat dikonfirmasi. Pria yang cenderung tak suka kegaduhan itu berupaya menjernihkan persoalan.

“Sekarang kan sudah ada direkturnya,” kata Mohan dengan mimik serius.

Mohan berharap direktur diberi kesempatan bekerja. Jangan direcoki dengan rumor yang bikin gaduh dan tidak produktif.

Lagipula, rumor seputar kontrak belumlah klir. “(Arahan saya jelas) Saya minta direktur melakukan kajian terhadap manajemen parkir yang ada di situ,” perintahnya tegas.

Direktur harus diberi kesempatan bekerja. Teknisnya mereka yang merancang.

Kepentingan daerah adalah hasil parkir yang menguntungkan. “Soal kemudian apa hasil kajian mereka, saya kira mereka akan menyampaikan pada kami,” imbuhnya.

Yang amat risau dan peduli dengan pendapatan daerah dari parkir RSUD diminta jangan khawatir. “Kami juga akan melihat, kalau dipertahankan (rekanan itu, Red) apa alasannya, kalau diputus apa alasannya, yang penting jawabannya logis,” tekannya.

Mohan juga ingin mendengar hasil kerja investigasi Inspektorat. Apakah rekanan yang ditunjuk saat ini wanprestasi atau sesuai aturan.

“Saya juga akan melihat dasar investigasi,” ulasnya.

Yang penting saat ini berikan kesempatan manajemen baru bekerja. Mencari cara agar pendapatan dari sektor parkir RSUD menguntungkan daerah.

“Belum, belum (disampaikan apakah RSUD memperpanjang atau memutus), ya kita tunggulah apa yang akan disampaikan nanti,” katanya menenangkan.

Sebelumnya Direktur RSUD Hj Eka Nurhayati mengisyaratkan kontrak rekanan tang mengelola parkir saat ini masih berlangsung.

“Kontraknya kan belum selesai,” kata dr Eka melalui pesan singkat Whatsapp beberapa waktu lalu.

Anggota DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati getol mewanti-wanti rumor kontrak yang diperpanjang. Dari informasi yang dihimpunnya, kontrak RSUD dan pengelola parkir sebenarnya berakhir tanggal 14 Maret 2021.

Namun oleh Direktur RSUD sebelumnya dr HL Herman Mahaputra telah ada tandatangan MoU lagi sekitar seminggu setelah kontrak berakhir.

“Kami dapat informasi rekanan ini tidak punya aset di kota dan bermasalah dari sisi izin,” ujarnya.

Bahkan ada dugaan wanprestasi pajak sekitar Rp 600 Juta.

“Kabarnya alasan memperpanjang MoU agar supaya rekanan itu bisa memenuhi kewajiban pajak parkir yang dibayar, kalau ini benar, alasannya terlalu mengada-ada,” kritiknya. (zad/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks