alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Titik Kumpul Bencana Segera Dibangun di Pengempel Indah

MATARAM-Pembangunan titik kumpul di Lingkungan Pengempel Indah, Kecamatan Sandubaya yang terdampak gempa 2018 lalu akan mulai dikerjakan. “Kalau tidak ada Covid-19 mungkin sudah dibangun tahun lalu,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri.

Pembangunan titik kumpul di wilayah terdampak gempa direncanakan 2018 lalu. Saat ini kata dia, ada koreksi dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jangan sampai ada paving block ditimpa pada saat penataan kawasan. “Jalan yang sudah layak jangan ditindih,” ujar Ujang, sapaan karibnya.

Sementara untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan Lingkungan Pengempel Indah dengan Gontoran dan Lingkungan Tegal masih menjadi pertimbangan BPIW. “Lahan untuk titik kumpul sudah kita bebaskan. Tapi belum dibayar karena ABT (anggaran belanja tambahan) belum diketok,” tuturnya.

Diutarakan, pembangunan titik kumpul di Lingkungan Pengempel Indah bisa menampung 100 kepala keluarga. Jika terjadi gempa warga bisa langsung ke titik kumpul.

“Kita juga akan memasang tanda panah di wilayah tersebut. Ketika ada gempa warga berbisa lari mengikuti tanda panah. Tidak perlu bingung,” urai mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram ini.

Pada titik kumpul juga akan dibuatkan balai pertemuan. Balai ini dirancang tahan gempa. Mengingat Lingkungan Pengempel Indah wilayah yang rawan akan gempa bumi. “Lingkungan Pengempel Indah wilayah sesar,” ucapnya.

Dijelaskan, pembangunan titik kumpul tidak harus rampung Desember seperti proyek yang menggunakan APBD. Namun pembangunan dan penataan kawasan dari dana alokasi khusus (DAK) menggunakan sistem kontrak multiyears. “Proyek ini tidak harus rampung Desember,” cetusnya.

Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Kota Mataram Lalu Iqbal mengatakan, pembangunan titik kumpul dan penataan kawasan di Lingkungan Pengempel Indah yang terdampak gempa akan dimulai tahun ini. “Kita tata kawasan ini agar tidak terlihat kumuh,” ujar dia.

Dikatakan, lahan yang dibebaskan untuk titik kumpul sudah dibayar separo. Jadi sisanya masih menunggu ABT. “Kamarin dananya kurang, maka dibayarkan separo dulu,” ucap dia. (jay/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks