alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Selama 2021, Penduduk Miskin Kota Mataram Bertambah 0,18 Persen

MATARAM-Pandemi Covid-19 membuat jumlah penduduk miskin di Kota Mataram bertambah. Data kemiskinan yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, angka kemiskinan bertambah sekitar 0,18 persen.

“Angka kemiskinan per September 2021 naik sedikit dari tahun lalu sekitar 0,18 persen,” kata Kepala BPS Kota Mataram Agus Alwi kepada Lombok Post, kemarin (20/12).

Perekonomian di Kota Mataram sama seperti daerah lain yang ada di Indonesia masih terpuruk akibat pandemi Covid-19. Meskipun di penghujung tahun, kondisi perekonomian sedikit menggeliat karena adanya event World Superbike (WSBK) Mandalika, itu belum mampu mencegah bertambahnya kemiskinan.

“Karena survei juga dilakukan sampai Bulan September. Sehingga dampak WSBK Mandalika belum masuk. Kemungkinan dampaknya nanti akan bisa dilihat terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Agus.

Data pertumbuhan ekonomi baru akan dirilis akhir bulan ini. Berbeda dengan data kemiskinan yang surveinya hingga September, data pertumbuha ekonomi dihitung hingga Bulan Desember. Sehingga pertumbuhan ekonomi diyakini akan mengalami trend positif jika dibandingkan tahun lalu yang mengalami penurunan hingga minus 5,5 persen.

Baca Juga :  Belajar Online, Pemkot Mataram Bakal Pasang Wifi di Setiap Lingkungan

Garis kemiskinan Kota Mataram berada di angka Rp 499.959. Garis Kemiskinan (GK) merupakan penjumlahan dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.

“Sementara tingkat keparahan kemiskinan itu adalah jarak pengeluaran antara masyarakat miskin,” paparnya.

Semakin tinggi nilai indeks keparahan kemiskinan, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin. Mengacu pada data persentase kemiskinan di Kota Mataram tahun 2020 lalu, angkanya berada di 8,47 persen. Dengan kenaikan 0,18 persen, maka persentase kemiskinan 2021 menjadi 8.65 persen. Jumlah warga miskin sekitar 42 ribu jiwa.

Kondisi kemiskinan di Kota Mataram masih terlihat dari sulitnya lapangan pekerjaan. Akibatnya, berbagai cara dilakukan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Andi misalnya, warga Lingkungan Jangkuk Kelurahan Selagalas. Pria yang semula menjadi buruh bangunan tersebut akhirnya kini memilih menjadi penambang pasir di Sungai Jangkuk.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Satgas Terus Tingkatkan Testing dan Tracing

“Dulu saya jadi buruh bangunan. Tetapi sekarang jadi penambang pasir,” tuturnya kepada Lombok Post.

Apapun dilakukan Andi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terlebih dengan lapangan pekerjaan sekarang yang cukup sulit, ia tetap bersyukur masih bisa menjadi penambang pasir. “Bisa jual sampai lima karung sehari. Perkarungnya harganya Rp 10 ribu. Ada sekadar untuk memeuhi kebutuhan makan keluarga,” ujar pria dua anak itu. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/