alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jangan Obral Rinjani Lagi! Walhi NTB Minta Fokus Benahi Sampah

MATARAM-Rencana investor membangun glamorous camping (glamping) dan heli tourism terus menuai kontroversi. ”Ini menjadi tahun bencana bagi Rinjani, alamnya makin terancam,” kata Direktur Eksekutif Walhi NTB Murdani, kemarin (21/2).

                Ia menegaskan, kawasan Gunung Rinjani tidak butuh investor. Semakin banyak intervensi investor, alam Rinjani jelas akan rusak. ”Akan sangat berdampak bagi manusia dan makhluk lain di sana,” katanya.

                Keberadaan helikopter yang lalu lalang dan pembangunan sarana glamping akan mengubah bentang alam Rinjani. ”Pemerintah jangan mengobral sumber daya alam tanpa mempertimbangkan kondisi lingkungan,” ujarnya.

                Heli tourism dan glamping hanya menambah deretan ancaman bagi kelestarian Rinjani selain kereta gantung. ”Banyak sekali dampak negatifnya,” kata dia.

                Salah satu persoalan yang harusnya menjadi fokus bersama yakni sampah. ”Sampah-sampah Rinjani ini harus dituntaskan, ini yang lebih penting,” katanya.

                Meski investor berdalih mereka akan membidik pasar berbeda, namun dia sangat yakin daya rusak alam Rinjani akan dua kali lipat dibandingkan saat ini. Walhi meminta pemerintah tidak memberikan izin kepada investor merusak alam Rinjani. ”Tanpa mereka Rinjani sudah laku kok,” tegasnya.

                Murdani mengingatkan, terlalu mahal konsekuensi yang harus ditanggung jika semua investor diberikan masuk ke Rinjani. ”Ingat tiga juta penduduk Lombok menggantungkan hidup dari Rinjani,” ujarnya.

                Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady  sebelumnya mejelaskan, para investor baru mempresentasikan rencana mereka. ”Ini masih jauh dan baru rencana, prosesnya masih panjang,” kata Dedy.

                PT Rinjani Glamping Indonesia (RGI) dan PT Airbus Helicopters Indonesia beberapa waktu lalu memaparkan rencana investasi mereka di kawasan Rinjani. RGI akan mengkapling lahan di dekat Dana Segara Anak untuk glamping. Sementara Airbus akan menyediakan heli tourism. ”Persoalan nanti semua pihak menerima, saya pikir mari kita sabar menunggu proses itu,” katanya.

                Proses pembangunan, kata Dedy pasti didahului dengan studi kelayakan. ”Banyak kajiannya,” ujar dia.

                Kajian dari sisi geologi, ekologi, sosial, ekonomi dan budaya harus jadi bahan pertimbagan. ”Yang jelas taman nasional itu keberpihaknnya ke masyarakat,” katanya.

                Ia menyebut, ada 1.700 orang bekerja menggantungkan hidup dari wisata pendakian. Pihaknya juga sangat mempertimbangkan nasib mereka. ”Kami harus  tetap mempertahankan keberadaan mereka,” tegasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks