alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Nasi Balap Puyung Bakal “Tampil” di MotoGP Mandalika

MATARAM-Nasi balap Puyung disiapkan menjadi makanan khas event MotoGP.  ”Kita sedang siapkan (makanan khas), branding-nya nanti adalah nasi puyung,” kata Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, kemarin (21/2).

                Nasi balap puyung merupakan makanan khas yang ada di Lombok Tengah. Harapannya bisa mengangkat  makanan khas Lombok. ”Kalau MotoGP di Malaysia itu nasi lemak, kita nasi Puyung,” katanya.

                Sementara untuk oleh-oleh yang dibawa pulang, dia juga menyiapkan lima jenis makanan yang bisa dikemas untuk dibawa. Seperti daging, ayam taliwang, ayam rarang dan sate rembige. ”Dikemas dalam bentuk siap saji, kami kerja sama dengan LIPI untuk standarisasi,” katanya.

                Kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sangat penting agar makanan tersebut bisa dikemas bagus, lebih sederhana, dan bertahan lama. ”Supaya ramah bagi turis yang datang, mereka juga ada yang pakai tenda,” katanya.

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan NTB. Mereka diminta mengerahkan Go-Jek untuk memudahkan pemesanan bagi turis yang datang. ”Sehingga transaksinya lebih terarah, memudahkan proses jual beli, dan bisa transaksi online,” katanya.

Event MotoGP akan dioptimalkan sebagai ajang promosi bagi seluruh produk dan kerajinan industri NTB. ”Ini adalah peluang yang harus kita manfaatkan,” katanya.

Jumlah tamu yang akan datang bisa mencapai 1.500 orang. Ada di antara mereka yang pakai tenda-tenda. Sehingga membutuhkan makanan yang mudah dan murah.

Selain itu, mereka juga akan menyiapkan kawasan penyangga KEK Mandalika. Akan dibuat pusat-pusat industri kreatif sendiri. ”Kalau di dalam kawasan sudah ada yang urus,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menekankan, dia tidak mau warga NTB hanya jadi penontot MotoGP. ”Mulai saat ini masyarakat harus menyiapkan diri,” katanya.

Event sebesar itu akan menyedot banyak turis datang ke NTB. Selain ajang promosi, tenaga kerja lokal dan IKM lokal juga harus diberdayakan untuk mengisi peluang bisnis di sana. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks