alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Wapres Sorot Tingginya Jumlah Balita Stunting di NTB

LOMBOK TENGAH-Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menginginkan di seluruh Indonesia, termasuk NTB, tak boleh ada generasi lemah. Baik lemah dari sisi pendidikan, ekonomi, dan lemah akidah.

“Indonesia ingin membangun sumber daya manusia yang unggul. Tidak boleh generasi kita itu lemah,” tandas orang nomor dua di Republik Indonesia ini.

Hal itu disampaikan Wapres saat menggelar dialog dengan Da’i Kesehatan NTB di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, kemarin (20/2). Dalam kunjungan hari keduanya di NTB, Wapres kemarin memiliki sejumlah agenda. Dimulai dengan jalan pagi di kawasan Mandalika sebelum memulai kegiatan resmi, lalu meresmikan Bank Wakaf Mikro di Bonder, Lombok Tengah, dan menggelar silaturahmi ke Ponpes Qomarul Huda di Bagu, Kecamatan Pringgarata.

Wapres mengungkapkan, dari sektor kesehatan, salah satu masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah angka stunting yang secara nasional rata-rata masih di angka 27 persen. Padahal, kata dia, standar minimal dunia 20 persen. ”Jadi kita (Indonesia) masih di atas,” ujarnya.

Karena itu, Wapres juga ingin NTB bersinergi dengan pemerintah pusat, bahu-membahu mengatasi persoalan stunting ini. ”Secara nasional, kami menargetkan penurunan stunting mencapai 14 persen,” ujarnya.

Dikemukakan, salah satu penyebab sumber daya manusia tidak unggul adalah stunting. Generasi tidak tumbuh dengan normal atau kerdil. ”Ini nanti menjadi gerasi yang lemah,” katanya.

NTB sendiri kata Wapres, dari sisi potensi, adalah provinsi dengan orang-orang yang hebat. ”Banyak yang jadi juara dunia lari,” kata Wapres merujuk prestasi atlet atletik NTB di mana saat ini, pelari tercepat Asia Tenggara dan menjadi orang pertama Indonesia yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade Jepang 2020 adalah putra NTB.

Dijelaskan Wapres, karena secara nasional angka stunting masih tinggi, penanganannya butuh kerja-kerja komprehensif. Mulai dari perbaikan sanitasi dan menjaga gizi anak sejak dalam kandungan hingga 1.000 hari pertama kehidupan.

”Bayi tidak boleh tidak diberi asi. Karena itu akan membuat anak menjadi kuat,” katanya.

Agama Islam, kata Wapres sudah membahas masalah itu sejak ratusan tahun lalu. ”Tidak boleh menghentikan anak menyusui sebelum dua tahun,” katanya.

Sebelum menikah, pasangan juga harus paham terkait masalah ini. Paham bagaimana cara menjaga kehamilan agar anaknya sehat. ”Karena itu jangan menikah sebelum ada sertifikat terlebih dahulu,” ujarnya.

Konsekuensi menikah itu harus siap untuk segala-galanya. “Termasuk siap untuk menjaga anak agar tidak stunting,” katanya.

Wapres optimistis, jika program pusat dan daerah berjalan baik, dia yakin bisa menurunkan angka stunting lebih cepat. ”Saya optimistis di NTB juga bisa sesuai target nasional 14 persen,” katanya.

 

Ikhtiar Nyata Pemprov

 

Di tempat yang sama, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengungkapkan, dengan berbagai program yang dijalankan saat ini, angka stunting akan bisa ditekan. ”Orang NTB tubuhnya makin lama makin bugar dan besar,” katanya.

Dia memberi contoh bagaimana NTB memiliki para atlet yang menorehkan prestasi di tingkat dunia. ”Atlet lari, lompat jauh, petinju, karate, taekwondo, pokoknya yang sendiri-sendiri kita juara,” katanya.

Ke depan dia memastikan, ikhtiar nyata dan terbaik dari Pemprov NTB untuk menangani masalah stunting. Dia sangat yakin bisa. Sebab sumber makanan bergizi di NTB banyak. Hanya masyarakat tidak gemar mengkonsumsinya.

Salah satunya lobster. NTB, kata Zul, memiliki potensi lobster yang tinggi. ”Benih lobster kelas dunia ada di sini,” katanya.

Lobster di NTB panjang-panjang dan sangat besar, sehingga harganya mahal. Tapi yang memelihara lobster tidak pernah merasakan nikmatnya lobster itu sendiri. ”Kita jual yang bergizi ke luar, tapi kita hanya makan nasi putih dengan garam sedikit,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Baiq Kesmariati, warga Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah mengaku, tidak paham apa itu stunting. Tapi selama ini dia berusaha memberikan anaknya makanan yang bergizi.

Dengan upaya itu, anaknya, Lalu Takbir Azil Akbar yang baru berusia 19 bulan memiliki panjang tubuh 86,5 cm dengan berat badan 13,5 kg. ”Dia cukup sehat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, Provinsi NTB sendiri kata dia tidak bisa langsung serta merta menurunkan angka stunting menjadi 14 persen. Melainkna bertahap tersebih dahulu ke angka 20 persen.

Dijelaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya soal memberi makanan. ”Ada masalah sanitasi, makanan bergizi hingga pendidikan ibu. Jadi komprehensif,” katanya.

Beberapa program NTB yang dijalankan untuk menekan angka stunting, antara lain revitalisasi posyandu, kegiatan aksi bergizi, minum tablet tambah darah, dan sarapan bersama. Selain itu ada program generasi emas NTB, gerakan buang air sembarangan nol hingga pengerahan da’i kesehatan.

Secara umum, saat ini angka stunting tertinggi di NTB ada di Lombok Timur. Sementara yang terendah ada di Sumbawa Barat, di mana di sana sudah berada di angka 18,32 persen. Sementara di Kota Mataram juga di bawah rata-rata nasional yakni 24,49 persen. (ili/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks