alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Yuk, Cegah Kematian Mendadak di Usia Muda

Oleh :

dr.Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FasCC

Penulis adalah Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mataram–RSUD Provinsi NTB, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia Cabang Mataram.

 

BARU-baru ini kita dikejutkan dengan berita seorang artis muda berusia 40 tahun yang meninggal mendadak. Sebanyak 15-20 persen penyebab kematian mendadak adalah karena jantung, yaitu hilangnya fungsi jantung secara mendadak, dan seringkali terjadi kurang dari satu jam. Kematian mendadak akibat jantung (sudden cardiac death) terjadi pada 325 ribu orang di  Amerika Serikat setiap tahunnya, dan banyak pada dewasa usia pertengahan 30-40 tahun, dimana kejadian pada laki-laki lebih sering daripada perempuan. Penting sekali memahami bagaimana penyebabnya dan faktor risikonya, sehingga kita perlu waspada lebih awal.

 

Proses Kematian Jantung Mendadak (KJM)

 

Henti jantung mendadak terjadi ketika sistem listrik jantung mengalami malfungsi dan tiba-tiba menjadi sangat tidak teraturan. Jantung berdenyut cepat, otot ventrikel mengalami fibrilasi sehingga darah tidak bisa diteruskan ke seluruh tubuh. Dalam beberapa menit aliran darah ke otak menurun drastis sehingga orang tersebut mengalami kehilangan kesadaran, kematian pun cepat terjadi jika tidak ditangani secara dini.

Penyebab dan prevalensi  KJM tergantung dari usia, umur, etnik, dan genetik. Prevalensi secara keseluruhan di Asia dan Cina adalah 41,8 dari 100.000 orang, lebih rendah daripada prevalensi di Amerika Serikat.  Sebanyak 75 persen penyebab KJM adalah penyakit jantung koroner, 15 persen kardiomiopati atau kelainan otot jantung, 5 persen karena penyakit jantung katup, 2  persen disebabkan sindroma aritmia (gangguan irama jantung) yang diturunkan seperti brugada Syndrome, Long QT syndrome, dan sebagainya.

 

Penapisan Risiko Kematian Jantung Mendadak

 

Mengingat 75 persen dari seluruh KJM disebabkan oleh PJK, maka kita harus memahami faktor risiko PJK, di antaranya laki-laki usia diatas 40 tahun, dislipidemia, diabetes, hipertensi, merokok, dan genetik.

Kematian mendadak usia muda sering terjadi saat aktivitas fisik seperti olahraga, dimana orang tersebut tidak pernah mengalami sakit jantung sebelumnya. Sebenarnya ada tanda dan gejala usia muda memiliki risiko tinggi kematian jantung mendadak, diantaranya apabila ada pingsan tanpa penyebab yang jelas, terutama saat aktivitas, adanya nyeri dada atau rasa tidak nyaman didada yang berkaitan dengan aktivitas, kelelahan atau berdebar berlebihan saat olahraga, pemeriksaan adanya bising jantung, tekanan darah meningkat.

Apabila ada riwayat keluarga meninggal mendadak usia dibawah 50 tahun,  atau keluarga dekat yang menderita jantung usia dibawah 50 tahun, kemudian riwayat keluarga dengan kardiomiopati hipertrofi (penebalan otot jantung ) atau kardiomiopati dilatatif (pelebaran otot jantung) , gangguan irama seperti sindroma long QT, sindroma Marfan, maka disarankan untuk periksa ke dokter spesialis jantung untuk diperiksakan lebih lanjut.

 

Pentingnya Deteksi Dini

 

Pada dasarnya deteksi dini penyakit jantung dilakukan mulai usia 30 tahun. Namun, apabila ada faktor risiko keluarga terdekat dalam satu keturunan memiliki riwayat penyakit jantung atau meninggal mendadak usia muda, maka pemeriksaan bisa dilakukan lebih awal. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, serta pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi (EKG), echocardiografi atau USG jantung, uji latih beban (tes tridmil) , dan CT Scan jantung / MRI jantung bila diperlukan.

Pemeriksaan EKG dan uji latih beban  bertujuan untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner dan gangguan irama. Echocardiogram untuk mengevaluasi gagal jantung, kardiomiopati (kelemahan otot jantung), penyakit jantung katup, dan penyakit jantung bawaan.

Untuk pasien paska henti jantung yang selamat puns harus dilakukan pemeriksaan lebih lengkap seperti angiografi koroner (kateterisasi jantung) untuk mengevaluasi penyakit jantung koroner, tes elektrofisiologi untuk tes aritmia (gangguan irama jantung), tes genetik seperti sindroma Brugada, Sindroma Long QT, dan lain-lain. Bila perlu dilakukan biopsi jantung jika penyebab lainnya tidak ditemukan.

 

Menangani Henti Jantung Mendadak

 

Orang awam sebenarnya bisa memberikan pertolongan pada orang dengan henti jantung. Perhimpunan dokter spesialis kardiovaskular indonesia (PERKI) memberikan panduan bantuan hidup dasar (BHD). Apabila bertemu dengan orang tidak sadar atau henti nafas,   pertama dilakukan adalah panggil bantuan.  Apabila tidak respon, segera lakukan pijat jantung dengan kedua tangan saling bertumpu di tengah-tengah dada orang tersebut dengan kecepatan 100 – 120 kompresi per menit dengan kedalaman 5-6 cm sampai bantuan paramedis datang. Semakin cepat kita memberikan pertolongan, maka harapan hidup semakin meningkat.

Kematian memang takdir Tuhan, namun penting adanya upaya untuk melakukan pola hidup sehat, memahami faktor risiko penyakit jantung yang sudah dimiliki, serta memahami bagaimana melakukan pertolongan pada henti jantung maka kita bisa menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat penyakit jantung. (*)

           

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks