alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Baru 895 CJH Lunasi Ongkos Haji

MATARAM-Dibuka sudah empat hari, baru 895 calon jamaah haji asal NTB yang sudah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sebagian besar jamaah haji yang melunasi berasal dari Lombok Timur.

“Sejauh ini semuanya berjalan lancar sesuai rencana,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTB H Nasruddin, kemarin (21/3).

Dia mengatakan, tahun ini, total ada 4.476 jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, di luar petugas haji.

Para jamaah akan diterbangkan dalam 10 kelompok penerbangan melalui Lombok International Airport (LIA) menuju Arab Saudi. Dia memastikan, pihaknya akan berupaya meningkatkan pelayanan bagi CJH.

Ia ingin menekan birokrasi yang berbelit-belit. Mulai dengan mempercepat pembuatan visa, proses pemberangkatan lebih mudah, pemeriksaan berkas jamaah di Asrama Haji NTB yang lebih gampang, hingga pelayanan kesehatan dibuat lebih ramah.

Nasruddin menyebutkan, CJH tahun ini tetap didominasi kaum lanjut usia (Lansia). Selain karena faktor tunggu yang cukup lama yakni 29 tahun, ada juga beberapa orang yang daftar tapi sudah tua.

Namun, dengan sistem zonasi di Arab Saudi akan sangat membantu. Dimana CJH akan tinggal berkumpul di satu lokasi dengan jamaah dari daerah asal.

“Ini memudahkan jamaah berkomunikasi dengan sesama,” katanya.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri menambahkan, jamaah yang sudah melakukan rekam biometrik sebanyak 193 orang, semuanya dari Kota Mataram.

Minggu ini rekam biometrik masih di kantor ORC VFS TASHEEL yang ada di Kantor Pos. Namun mulai tanggal 25 Maret, rekam biometrik CJH akan dilakukan di Asrama Haji di Lingkar Selatan, Kota Mataram.

“Akan dikirimkan dua unit perangkat biometrik lagi,” kata Ali Fikri. Pemindahan untuk memastikan proses perekaman bisa dilakukan di tempat yang lebih representatif. (ili/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks