alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Cegah Korona Pemkot Mataram Terapkan Pembatasan Sosial Tingkat Lingkungan

MATARAM-Kota Mataram dipastikan tidak akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh lebih memilih untuk menerapkan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). “Ini kita terapkan di semua lingkungan,” tegas Ahyar, pada Selasa (21/4).

Persiapan PCBL akan dimantapkan. Teknisnya kata dia, para kepala lingkungan, tokoh agama, dan masyarakat akan menjaga lingkungannya masing-masing. Di pintu masuk lingkungan akan disiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan thermal gun untuk mengecek suhu tubuh warga yang masuk. “Nanti juga akan disiapkan masker,” ujar pria asal Dasan Agung ini.

Ahyar ingin membangkitkan motivasi masyarakat di lingkungan mencegah Covid-19 dengan tetap waspada. Ia ingin masyarakat berpartisipasi dalam pencegahan dan penanganan virus Korona.

Kini, wabah ini sudah masuk transmisi lokal. Tidak hanya dari klaster Gowa, Bogor, dan Jakarta. “Orang yang tidak pernah ke luar daerah sekarang terjangkit,” ucap Ahyar.

Ia juga meminta petugas terus melakukan tracing kontak pasien postif Korona. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) sesegera mungkin dilakukan Swab. Dengan begitu warga yang berada di luar akan merasa aman.

“Kalau yang sakit dikarantina, tentu yang di luar ini akan aman,” kata orang nomor satu di Kota Mataram itu.

Sistem PCBL ini juga akan mengawasi orang yang datang dari luar daerah. Jangan sampai mereka datang ke Mataram tanpa sepengetahuan kepala lingkungan. “Bila perlu tanya apa keperluan mereka ke sini. Harus diperiksa,” katanya.

Selain itu, pemkot juga akan menempatkan petugas medis di bandara dan pelabuhan untuk melakukan rapid test kepada orang dari luar daerah yang akan masuk ke Kota Mataram. Bahkan pemkot akan menyiapkan kendaraan untuk petugas ini. “Kita antisipasi jelang Lebaran ini. Pasti akan banyak yang mudik,” tukasnya.

 

Sebelumnya konsep ini pertama kali digagas Waki Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana bersama sejumlah kepala lingkungan. Pola “Lockdown Gubok” ini diujicobakan di Lingkungan Karang Bedil untuk kemudian diadopsi di sejumlah lingkungan lain bulan lalu. Konsep ini berjalan namun membutuhkan beberapa penyempurnaan.

Sementara Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menambahkan, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, pihaknya akan menyiapkan fasilitas lengkap. Ia sudah meminta RSUD Kota Mataram membeli alat untuk kebutuhan tes Korona. “Kita sudah minta direktur RSUD Kota Mataram persiapkan alatnya,” ungkapnya.

Pernyataan Martawang dibenarkan Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra. Ia bahkan menyiapkan hingga 10.000 alat rapid tes. Mengantisipasi gelombang pemudik menuju Kota Mataram. ”Dari sekarang sampai Mei nanti, itu proyeksinya mulai tinggi kedatangan warga dari luar daerah,” kata , kemarin.

Jack, sapaan karibnya mengatakan, yang patut diwaspadai ke depan adalah arus mudik. Yang menuju Kota Mataram setelah masuk dari dua pintu kedatangan menuju Lombok. Seperti bandara dan pelabuhan.

Mudik, dinilai Jack sebagai kondisi yang luar biasa. Apalagi di tengah pandemi Korona. Dalam menghadapinya pun tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Misalnya pengecekan suhu tubuh melalui thermo gun, seperti yang sekarang dilakukan.

”Tidak akurat. Sekarang begini. Jelas-jelas mereka datang dari luar, zona merah. Ya sudah statusnya ODP, jadi pembuktiannya bisa lewat rapid tes,” beber Jack.

Petugas kesehatan bakal mengadang kedatangan dari bandara. Sebelum mereka masuk ke Kota Mataram. Caranya dengan melakukan rapid tes. ”Kita tes semuanya. Rapid 10 menit selesai. Paling mereka tertahan dua atau tiga jam (di bandara), tidak apa-apa,” katanya.

Jack mengatakan, cara seperti ini harus dilakukan. Sebab, percuma menjaga penyebaran virus Korona di Kota Mataram, tapi akses masuk dari luar daerah terbuka lebar. ”Sama saja bohong kalau begitu. Jadi harus kita kunci juga kedatangan dari luar,” tutur Jack.

Untuk memudahkan pemeriksaan, bakal melibatkan seluruh rumah sakit di NTB. Nantinya, di sana disiapkan posko. Memantau datangnya penumpang dan asal mereka. Untuk warga Kota Mataram, petugas kesehatan dari RSUD Kota Mataram akan turun langsung.

Alat rapid tes sebanyak 10 ribu juga disiapkan. Pengadaannya dilakukan melalui anggaran gugus tugas. Hanya saja, Jack tak ingin terlalu saklek. Terutama untuk pengadaan alat pendukung pengecekan virus Korona.

”Kalau rumah sakit punya anggaran, kita pakai itu. Sekaligus membantu pemkot. Karena apa? Ini beban kita bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadikes Kota Mataram dr. H Usman Hadi menjelaskan, rapid tes dilakukan untuk menemukan indikasi. Apakah terpapar virus Korona atau tidak. Ditujukan untuk ODP. Mereka yang menunjukkan gejala sakit ringan maupun tanpa gejala, namun baru pulang dari zona merah virus Korona.

Caranya dengan mengambil sampel darah dari ODP. Ketika sampel darah masuk, alat akan menunjukkan reaksi tertentu. Pengecekan melalui rapid tes tidak bisa menentukan apakah yang bersangkutan positif atau negatif terjangkit virus Korona. Tetapi, jika tes cepat menunjukkan hasil reaktif, petugas kesehatan akan melanjutkan dengan pengambilan swab.

Hanya saja, pengambilan sampel darah untuk rapid tes tidak dilakukan sekali. Minimal dua kali. Di hari pertama kedatangan ODP, kemudian di tes lagi untuk hari ketujuh atau ke-10. ODP dengan hasil tes reaktif, lanjut Usman, memiliki potensi tinggi untuk menjadi positif..

”Kalau reaktif, dilanjutkan dengan pengambilan swab,” kata Usman. (jay/dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks