alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Hasil Rapid Test Reaktif, Satu Anggota DPRD Mataram Belum Penuhi Panggilan Rumah Sakit

MATARAM-Satu anggota DPRD Kota Mataram yang hasil rapid tesnya reaktif, belum datang ke RSUD Kota Mataram. Guna dilakukan pengambilan swab.

”Kita berharap kerjasamanya. Untuk kooperatif,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, Selasa (21/4).

Anggota dewan dengan rapid tes reaktif berinisial HT. Yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke Gowa, Maret lalu. Setelah pulang dari Gowa, HT diketahui pernah melakukan rapid tes dengan hasil non reaktif, sebanyak dua kali. Namun, dites ketiganya, hasilnya reaktif.

Protokol penanganan Covid-19, mewajibkan seluruh warga dengan hasil reaktif untuk diambil swab mereka. Sehingga bisa diketahui secara pasti, apakah positif atau negatif Covid-19. Hanya saja, hingga kemarin, pukul 18.30, HT tak kunjung datang ke RS.

”Kita juga bisa bersikap cepat. Kalau positif, tentu langkah selanjutnya adalah isolasi. Harus itu. Karena ini demi kepentingan semuanya,” tutur Jack, sapaan karibnya.

Merespons kondisi tersebut, Jack menyebut tidak akan melakukan upaya jemput bola. Mereka memilih melakukan pendekatan berbeda. ”Kita komunikasikan dengan sesama JT (jamaah tablig), nanti diinfokan dari sana,” katanya.

Jack melanjutkan, sejauh ini gugus tugas Covid-19 Kota Mataram sudah melakukan upaya preventif terhadap penyebaran Korona di Kota Mataram. Khususnya dari tiga klaster, Jakarta, Bogor, dan Gowa.

Untuk klaster Gowa, sudah ada sekitar 120 orang yang diambil swabnya. Gugus tugas memilih melakukan langsung pengambilan swab. Bukan lagi dengan cara rapid tes. Ini sekaligus membantah unggahan dari Gubernur NTB di akun media sosialnya. Terkait jumlah klaster Gowa yang telah dilakukan RDT alias rapid diagnostic tes atau rapid tes.

”Data dari Gubernur tidak valid. Kalau Mataram tidak pernah melakukan rapid tes untuk Gowa. Kita itu pakai swab langsung, kalau di sana kan tertulis RDT,” kata Jack.

Dari total klaster Gowa yang telah diswab, sebanyak 50 orang sudah keluar hasilnya. Dengan lima di antaranya dinyatakan positif terpapar virus Korona.

Dokter Jack mengatakan, gugus tugas tidak mempersoalkan lagi klaster Gowa. Atau juga klaster Bogor. Langkah cepat dilakukan dengan langsung mengambil swab. ”Itu semua kita swab. Hasil tracking, yang kontak, langsung swab. Tidak masalah kalau lebih banyak akhirnya positif. Artinya kita lebih cepat merespons,” tandas Jack.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi membenarkan ada anggota DPRD Kota Mataram berinisial HT yang hasil rapid test-nya reaktif. Karena itu, Didi meminta agar HT melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengecek kesehatannya. “Kita ingin HT diswab,” ujarnya.

Jika tidak, kata dia, tentu ini akan membuat anggota dewan lainnya, bahkan masyarakat tidak nyaman. Belakangan ini saja, kata dia, kehadiran HT di gedung dewan, membuat anggota dewan lainnnya khawatir. “Kita minta HT bisa mentaati imbauan pemerintah,” ungkapnya. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks