alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Libur Korona di Mataram Diperpanjang Hingga 1 Juni, Siswa Tetap Belajar di Rumah

MATARAM-Masa belajar di rumah diperpanjang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram memastikan tidak ada kegiatan belajar mengajar selama Bulan Ramadan. ”Kita rencanakan untuk masuk 1 Juni 2020,” kata Kadisdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali, Selasa (21/4).

Keputusan ini diambil Disdik melihat belum selesainya pandemi Korona di Kota Mataram. Berlaku untuk anak di tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP. ”Masuknya itu pas setelah lebaran topat. Itu rencana kita,” ujarnya.

Grafik penyebaran Covid-19 di Kota Mataram menunjukkan tren kenaikan. Belum ada tanda-tanda terjadinya penurunan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran. Bukan saja dari Disdik, tapi juga guru maupun orang tua, apabila anak-anak kembali ke sekolah.

”Karena itu, belajar di rumah kita perpanjang sampai lebaran topat,” kata Fatwir.

Proses pembelajaran di rumah tetap dipantau Disdik Kota Mataram. Fatwir mengatakan, agar pembelajaran tetap berkesinambungan, Disdik menggunakan beberapa media. Dari sana, anak-anak bisa mendapatkan materi belajar.

Mereka juga bisa bertatap muka langsung dengan guru secara virtual. Termasuk untuk beberapa program untuk mengisi kegiatan selama bulan Ramadan.

Cara ini disesuaikan seperti imbauan pemerintah. Terkait dengan physical distancing. Sehingga kegiatan yang bersifat mengumpulkan anak di bulan Ramadan, ditiadakan. Seperti taraweh, buka puasa bersama, sampai lomba tadarus. ”Jadi komunikasi dengan guru dan siswa tidak terputus,” ujarnya.

Selama belajar di rumah, Fatwir juga meminta ada peran dari orang tua. Membimbing anak-anak untuk rajin belajar. Termasuk memberikan laporan secara berkala. Terutama mengenai kegiatan selama bulan puasa.

Misalnya, mengaji bersama keluarga. Berbuka puasa dengan adik, kakak, dan orang tua. Tarawih. Sampai belajar bersama. Kegiatan itu divideokan kemudian bisa diunggah melalui beragam platform media sosial, sebagai bahan penilaian.

Lebih lanjut, Fatwir menyebut masa belajar di rumah menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Menumbuhkan unsur religius sampai keterampilan. ”Kalau di rumah kan bisa belajar memasak. Itu membantu orang tua, sekaligus sebagai bekal untuk mandiri,” tutur Fatwir.

Mengenai kepastian masuk sekolah pada 1 Juni, Fatwir menyebut itu bergantung pada situasi pandemi. Jika virus Korona berakhir pada Mei, tentu rencana semula bisa dilaksanakan. ”Nanti kita evaluasi lagi, disesuaikan dengan perkembangan Covid-19,” tandasnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks