alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Positif Korona, Kondisi Lima Calon Perwira Polda NTB Terus Membaik

MATARAM-Kabar baik. Lima polisi yang dinyatakan positif Covid-19 semakin membaik. ”Mereka segar bugar kok,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa (21/4).

Mereka tidak merasakan lagi gejala terkena Covid-19. Seperti batuk, pilek, demam, maupun sesak. ”Mereka tidak merasakan gejala apapun,” jelasnya.

Kendati demikian, mereka harus tetap berada di ruang isolasi. Tidak boleh keluar dari ruangan itu. ”Mereka harus tetap istirahat di Rumah Sakit Bhayangkara selama 14 hari,” ujarnya.

Artanto menjelaskan, petugas medis belum mengirimkan sampel SWAB ke Balitbangkes. Karena, harus menunggu masa isolasi di rumah sakit selama 14 hari. ”Dua minggu lagi kita kirimkan sampel Swab-nya itu untuk memastikan negatif korona,” jelasnya.

RS Bhayangkara optimis lima calon perwira yang mengikuti pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (SPP) Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). ”InsyaAllah pasti sembuh. Melihat mereka yang bugar,” kata Artanto.

Selama lima polisi yang diisolasi di Rumah Sakit, tidak diperkenankan dijenguk oleh keluarganya. Karena, itu menjadi SOP. ”Tidak diperbolehkan menjenguk walaupun hanya melihat dari kejauhan,” ujarnya.

Mereka akan dipulangkan jika mereka benar-benar sembuh dan tidak terjangkit Covid-19. Sehingga, pihak keluarga tidak panik lagi. ”Kita antisipasi adanya penularan lokal,” katanya.

Sebelumnya, ada sebanyak 13 polisi yang bertugas di wilayah hukum Polda NTB mengikuti pendidikan di SPP Sukabumi Jabar. Di sekolah tersebut ada sebanyak 300-an calon perwira yang dinyatakan terjangkit positif Covid-19.

Sehingga, Mabes Polri memulangkan mereka ke daerah masing-masing. Dengan catatan, mereka harus mendapatkan SOP penanganan Covid-19.

Saat tiba di bandara, mereka langsung dijemput menggunakan bus. Selanjutnya, dikarantina di SPN Belanting, Lombok Timur.

Dari 13 yang di tes Swab. Lima calon perwira dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Diantaranya, EAP berdomisili di Ampenan, berinisial berinisial A, 32 tahun berasal dari Rabangodu Utara,Raba, Kota Bima. Dia masuk menjadi pasien nomor 48.

Selanjutnya, pasien nomor 49 polisi berinisial ATW, 36 tahun. Dari Kelurahan Kekalik, Sekarbela, Mataram.

Pasien nomor 50, seorang polisi wanita berinisial BSD, 32 tahun. Domisilinya di Ampenan, Mataram.

Terakhir, pasien nomor 51, berinisial LEP, 33 tahun. Berdomisili di Brangbiji, Sumbawa. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka di Mataram Terlalu Berisiko

Pemkot Mataram belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di sekolah. Karena kegiatan ini dinilai terlalu berisiko di tengah mewabahnya Covid-19 di Kota Mataram. “Pembelajaran tatap muka di sekolah belum bisa kita lakukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram HL Fatwir Uzali pada Lombok Post, Jumat (7/8)

Senin, Gerindra Janjikan SK Dukungan untuk Makmur-Ahda

Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (Muda) belum memegang SK dukungan. Baik dari Partai Gerindra maupun PKB.

Inovasi Pengusaha Kuliner Mataram Gaet Pengunjung di Masa Pandemi

IKON KULINER IBU KOTA: Karyawan warung Sate Rembiga Hj Sinnaseh menyiapkan pesanan pelanggan, Kamis malam.( DIDIT/LOMBOK POST)

Sekolah Tutup Pendataan Pemilih Pemula di Mataram Terhambat

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Mataram kesulitan mendata warga  berusia 17 tahun atau pemilih pemula pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang. Alasannya, karena sampai saat ini belum ada proses belajar mengajar tatap muka dilakukan sekolah.

Satu Tenaga Kesehatan Positif Korona Sejumlah Ruang RSUD Bima Ditutup

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di RSUD Bima ternyata sudah ada yang terpapar Covid-19.  Informasi yang berhasil dihimpun, ada sembilan yang terdiri dari Nakes dan pegawai RSUD Bima yang terpapar.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dugaan Mahasiswi Unram Dibunuh Menguat

Penyidik terus mengumpulkan bukti mengungkap penyebab kematian gadis berinisial LNS (inisial, Red). Sejauh ini, polisi belum mengungkap penyebab pasti kematian gadis yang baru diterima S2 Fakultas Hukum Unram.
Enable Notifications.    Ok No thanks