alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Benahi Kawasan Kumuh di Mataram, Pusat Gelontorkan Rp 7 Miliar

MATARAM-Anggaran sebesar Rp 7 miliar digelontorkan pemerintah pusat. Untuk menata kawasan kumuh di tujuh kelurahan. ”Ini kegiatan yang tertunda di tahun lalu. Sekarang kita laksanakan,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram H Kemal Islam.

Pengentasan kawasan kumuh dilakukan melalui program Kota Tanpa Kumuh (KotaKu). Kemal mengatakan, kegiatannya sudah dimulai pada Juni ini. Pengerjaan fisiknya bahkan sudah berjalan hingga 25 persen.

Anggaran sebesar Rp 7 miliar dibagi untuk tujuh kelurahan. Antara lain, Kelurahan Cakranegara Selatan Baru; Cakranegara Barat; Rembiga; Jempong; Dayan Peken; Dasan Cermen; dan Punia. Masing-masing mendapat Rp 1 miliar.

Kemal mengatakan, kegiatan fisik berupa penataan jalan lingkungan hingga perbaikan drainase. Tujuannya untuk menghilangkan kesan kumuh dan penyehatan lingkungan. ”Kalau ada rumah yang tidak punya jamban keluarga, itu dibuatkan juga,” tuturnya.

Dinas Perkim memiliki PR cukup berat untuk pengentasan kawasan kumuh di perkotaan. Apalagi untuk Kota Mataram masih tersisa 97,82 hektare kawasan kumuh. Tersebar di 18 kelurahan.

Dari perhitungan pusat, dengan intervensi anggaran Rp 7 miliar untuk tujuh kelurahan, bisa mengurangi kawasan kumuh hingga 38,72 hekare. Mampu menekan jumlah luas kawasan kumuh nyaris setengahnya.

Kemal mengatakan, intervensi untuk pengentasan kawasan kumuh tidak saja mengandalkan anggaran dari pusat. Dana dari kelurahan maupun aspirasi dewan, diharapkan bisa lebih banyak membantu program ini.

”Kalau ada alokasi dari pos anggaran lain, akselerasi pengentasan kawasan kumuh bisa lebih cepat,” tandas Kemal.

Sementara itu, Koordinator KotaKU Kota Mataram Hartati sebelumnya mengatakan, tujuh kelurahan dipilih berdasarkan skala prioritas. Kondisi sanitasinya buruk. Dampak dari masyarakat, yang kerap membuang limbah padat dan cair ke saluran drainase umum.

”Faktor itu yang membuat tujuh kelurahan ini kita intervensi lebih cepat,” kata Hartati.

Katanya, setiap rumah tangga seharusnya memiliki tempat mandi, cuci, kakus (MCK) sendiri. Termasuk instalasi pembuangan air limbah. Atau minimal, septic tank. Sehingga limbah padat maupun cair tidak dibuat di sembarang tempat.

Sanitasi yang buruk, juga dipicu kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Membuat mampet saluran air. ”Ini juga memperparah kondisi drainasenya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hartati mengatakan, intervensi terhadap kawasan kumuh di kelurahan seharusnya dilakukan tahun lalu. Hanya saja terjadi kendala teknis, yang menyebabkan anggaran Rp 7 miliar terlambat dicairkan.

Kementerian PUPR akhirnya bersurat untuk menunda pencairan anggaran. Sebab, jika dicairkan dikhawatirkan penyelesaian pekerjaannya akan terlambat. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks