alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Pembatasan di Mataram Longgar, Masker Mulai Dilupakan, Handsanitizer Ditinggalkan

MATARAM-Sebagian warga Kota Mataram nekad hidup normal. Masker dilupakan, handsanitizer dan cuci tangan pakai sabun ditinggalkan.

Kondisi ini terlihat di tempat-tempat umum. Seperti jalan dan tempat perbelanjaan. Bak tempat cuci tangan praktis hanya menjadi pajangan. Sementara di jalan, banyak warga berkendara tanpa menggunakan masker.

Kondisi ini membuat Akademisi Universitas Mataram H dr Hamsu Kadriyan berkomentar. “Banyak warga yang menormalkan diri karena tuntutan ekonomi,” kata dr Hamsu.

Namun, lanjutnya, jika aktivitas masyarakat tidak direm maka jumlah kasus positif Covid-19 akan terus meningkat. Karena itu, berharap masyarakat tetap menggunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

Disamping itu, harus ada kesadaran dari stakeholder terkait. Perusahaaan atau pun pusat-pusat perbelanjaan harus menerapkan protokol kesehatan. Seperti menyiapkan handsanitizer dan tempat cuci tangan. Serta tidak kalah penting menerapkan physical dan social disntancing.

“Kalau ini tidak dilakukan, jumlah kasus positif akan terus bertambah,” kata pria yang juga Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram ini.

Dia meminta Pemkot Mataram untuk segera mengerem pergerakan masyarakat. Untuk new normal sendiri, kata dia, pemkot belum bisa menerapkan. Apalagi Kota Mataram masuk zona merah dengan jumlah pasien positif terbanyak di NTB.

“Bahaya Korona harus kembali disosialisasikan. Ini sangat berisiko kepada lansia yang 60 tahun ke atas,” terangnya.

Terpisah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pencegahan Covid-19 harus tetap dilakukan. Apalagi saat ini ia melihat warga sudah mulai meremehkan Korona. Kini, pihaknya kembali meningkatkan Program Pencegahan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL). Karena dengan konsep ini akan meminimalisir penyebaran Korona. “Program ini harus kita tingkatkan,” terangnya.

Guna mensuport program ini. Masing-masing lingkungan mendapat bantuan Rp 2 juta. Dana ini digunakan untuk mencegah penyebaran Korona di setiap lingkungan. “Kita ingin ada partisipasi masyarakat,” tuturnya.

Ahyar melihat sejumlah lingkungan menerapkan pencegahan Covid-19 cukup ketat dengan mamasang portal di pintu masuk lingkungan. Tidak membolehkan orang luar dari lingkungan masuk begitu saja tanpa alasan yang jelas. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Batal Berangkat, 16 Jamaah NTB Tarik Ongkos Haji

Karena ibadah haji ditiadakan, 16 orang jamaah calon haji (JCH) asal NTB menarik ongkos haji yang telah dilunasi. ”Masing-masing lima orang dari Mataram, Lombok Barat, Sumbawa, dan satu orang dari Bima,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag NTB H Ali Fikri, Jumat (10/7).

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks