alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Rakyat Sedang Susah, Jangan Paksa Wali Murid Beli Seragam Sekolah!

MATARAM-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram meminta sekolah tidak memaksa wali murid membeli seragam pada tahun ajaran baru 2020. “Kalau ada sekolah yang memaksa beli seragam, lapor ke kami,” tegas Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Kota Mataram M Taufik, Selasa (21/7)

Sebelumnya, Disdik Kota Mataram sudah meminta agar sekolah di Kota Mataram tidak menjual seragam. Larangan penjualan seragam disampaikan Kepala Disdik Kota Mataram HL Fatwir Uzali melalui grup WhatsApp (WA) kepala sekolah. Bahkan, ia juga sempat turun mengunjungi semua sekolah.

Namun kini setelah masa orientasi sekolah (MOS), kebijakan ini berubah. Sekolah dibolehkan menjual seragam. Dengan catatan tidak memaksakan wali murid.

“Bila perlu kalau wali murid tidak punya uang saat daftar ulang, di kasi seragamnya. Masalah bayar bisa dicicil atau kapan ada uang,” ujar pria berkumis tebal ini.

Taufik tidak ingin ada sekolah menekan wali murid membeli seragam dengan modus daftar ulang. Jika ingin daftar ulang, kata Taufik, daftar saja seperti daftar sekolah. Tak mesti wali murid menyiapkan sejumlah uang, baru bisa daftar ulang.

“Sekarang mau pakaian bekas kakaknya yang digunakan, tak ada masalah,” ujar dia.

Ditengah pandemi Covid-19 semua serba susah. Jangan sampai wali murid menjadi sasaran sekolah mencari keuntungan. “Sekali lagi, kalau ada sekolah memaksa menjual seragam kepada wali murid, tolong dilaporkan. Kalau ada ancaman, saya jaminannya,” tegas mantan wasit sepakbola ini.

Terpisah, Ketua PGRI NTB Yusuf mengatakan, Disdik Kota Mataram sudah meminta agar sekolah melarang menjual seragam. Namun tidak jarang ada sekolah menjual secara diam-diam.

Di tengah pandemi Covid-19 kata dia, proses pembelajaran dilakukan dalam jaringan (daring). Jadi, seragam tidak terlalu urgent. “Belajarnya di rumah. Gak perlu seragam,” ujar dia.

Yusuf tidak ingin wali murid dibuat susah dengan pembelian seragam. “Kalau mau jual seragam, jangan mahal-mahal. Bila perlu disamakan dengan harga di pasar,” pintanya. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).
Enable Notifications.    Ok No thanks