alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Lombok Panas Menyengat Beberapa Hari Terakhir, Ini Dia Penyebabnya

MATARAM-Belakangan suhu udara terasa lebih panas. Setiap orang dengan mudah berkeringat. Apakah kamu juga merasakannya?  Banyak warga bertanya-tanya apa penyebabnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi BIL I Gusti Agung Angga membenarkan ada peningkatan suhu udara.

“Berdasarkan pengamatan kami suhu udara maksimum beberapa hari terakhir memang mengalami peningkatan,” katanya.

Namun peningkatan suhu udara biasa terjadi setiap tahun. Hal ini diakibatkan gerak semu matahari.

“Biasa terjadi berulang setiap tahunnya,” imbuhnya.

Gerak semu matahari adalah kesan seolah-olah matahari bergerak meninggalkan ekuator atau garis khatulistiwa. Seolah-olah menjauh dari ekuator ke arah selatan ke utara dan kembali ke selatan.

Siklus semu ini terjadi setiap tahun.

Hal ini sebenarnya bukan karena Matahari benar-benar bergeser ke utara atau selatan. Tetapi akibat evolusi atau perputaran bumi mengelilingi matahari dengan poros yang miring.

Sehingga yang condong ke Matahari kadang kutub Utara bumi kadang kutub Selatan.

Pada tanggal 21 Maret Matahari akan persis ada di garis ekuator. Lalu perlahan akan terasa bergeser ke arah utara dan puncaknya pada tanggal 21 Juli berada di sudut terjauh utara.

Setelah 21 Juli itu, gerak semu Matahari akan terasa kembali secara perlahan ke garis ekuator. Dan pada tanggal 23 September matahari kembali persis berada di garis ekuator.

Setelah tanggal 23 September, Matahari giliran terasa bergeser ke arah selatan. Lalu akan mencapai puncak gerak semu ke selatan pada tanggal 22 Desember.

Setelah tanggal 22 Desember, Matahari kembali lagi ke garis ekuator secara perlahan dan baru pada posisi di atas ekuator pada tanggal 21 Maret. Begitu berulang-ulang setiap tahunnya.

Nah suhu panas maksimal saat ini karena dalam perjalanan gerak semu Matahari, persis berada di atas NTB.

“Lokasi koordinat NTB berada pada posisi 8° 10’-9° 5’ LS, jadi pada saat Bulan Oktober posisi gerak semu Matahari tepat berada di atas NTB,” jelasnya.

Lebih-lebih cuaca cerah. Mengakibatkan sinar matahari terasa lebih menyengat.

“Cuaca yang cerah juga mengakibatkan penyinaran matahari secara langsung ke permukaan (bumi) lebih optimal,” jelasnya.

Mundurnya musim penghujan juga berakibat secara langsung. Tidak adanya awan yang mengandung air menutupi langit NTB mengakibatkan sumber energi utama kehidupan (baca: Matahari) ikut mempengaruhi pergerakan angin Monsun dan lain-lain.

“(Sementara) penyebab maju dan mundurnya musim penghujan periode ini penjelasan lebih detailnya ada dari bagian Klimatologi,” pungkasnya. (zad/r3)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks