alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Pol PP Mataram Tegur Pengusaha Bandel, Pakai Fasilitas Umum Untuk Jualan

MATARAM-Fasilitas Umum (Fasum) kerap dimanfaatkan para pengusaha untuk berjualan. Itu setelah pemberlakuan izin sistem  online single submission (OSS). “Pengeluaran izin sejak ada OSS buat endak karuan. Lapangan Sangkareang bisa dibuatkan izin untuk jualan,” sindir Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, kemarin.

Dia membeberkan, sejumlah toko di Kota Mataram banyak memanfaatkan fasum untuk berjualan. “Kita selalu ingatkan kalau ada yang melanggar. Kita minta bongkar mandiri sebelum kita bongkar paksa,” tegas Irwan.

Tak hanya toko, namun juga kafe banyak  memanfaatkan fasum. Bahkan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan di Kota Mataram memanfaatkan trotoar untuk berjualan. “Sekarang kita tegur, tapi nanti kembali jualan,” cetusnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Satpol PP sebagai penegak perda harus terintegrasi dengan OPD teknis lainnya. Terutama dalam pengeluaran izin usaha  tidak memanfaatkan fasum. Dia menuturkan, pihaknya sudah menegur puluhan pengusaha yang memanfaatkan fasum untuk berjualan di Kota Mataram.

“Kalau ada yang melanggar kita tindak. Kalau endak mau bongkar kita bongkar sendiri,” tegasnya.

Dia mengutarakan, pada pemberian izin apabila melanggar dapat diproses sesuai peraturan perundangan. Salah satunya memanfaatkan area publik. “Ketika bangun disewakan. Orang lain di suruh jualan,” ucapnya.

Irwan kerap memberikan teguran kepada pengusaha yang memanfaatkan area publik untuk berjualan. Dia lebih memilih menyelesaikan persoalan ini secara koperatif. Jika tidak mau membongkar sesuai arahan baru dilakukan tindakan.

“Tapi sejauh ini pengusaha membongkar secara mandiri,” tukasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, bangunan yang memanfaatkan fasum atau area publik untuk berjualan harus diberikan teguran. Jika tidakmengindahkan baru dibongkar paksa. “Kalau endak mau kita bongkar paksa,” cetusnya.

Belum lama ini kata dia, pihaknya mendapat laporan ada ruko di Jalan TGH Faisal merusak trotoar untuk kepentingan usahanya. Mendapat laporan tersebut pihanya langsung turun mengecek dan meminta pemilik toko agar memasang kembali trotoar yang di rusak. “Trotoar di jalan nasional endak boleh seenaknya dibongkar,” katanya.(jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks