alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Area Pemakaman di Mataram Kian Menyempit, Pemkot Harus Cari Solusi

MATARAM-Keberadaan lahan kuburan atau pemakaman di Kota Mataram kian menyempit. Sejumlah warga mulai kesulitan mencari lahan pemakaman.

Terkait hal ini, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abdul Rachman meminta Pemkot Mataram segera memikirkan solusinya. “Kita lihat di Kota Mataram memang beberapa pemakaman sudah sesak. Ini harus dipikirkan cepat oleh Pemerintah Kota Mataram,” terang Rachman kepada Lombok Post, Kamis (21/1).

Beberapa tempat pemakaman umum sudah melakukan pengembangan lahan. Namun dari tahun ke tahun pengembangan juga semakin penuh. Akibat peningkatan jumlah penduduk yang signifikan dan angka kematian yang terus bertambah.

Di satu sisi, warga Kota Mataram masih sangat menjaga adab dan tradisi pemakaman yang kuat. “Melihat problem hari ini dan melihat kepadatan penduduk, perlu ada tempat pemakaman umum baru,” ujarnya.

Meskipun diakuinya, kendala yang dihadapi tidak mudah. Kaitannya dengan harga lahan yang mahal dan lokasi yang sulit dicari. Tetapi pemakaman tetap harus bisa menjadi prioritas. “Pemakaman nanti bisa juga jadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk Kota Mataram,” katanya.

Politisi Gerindra ini juga mengungkapkan, seharusnya pengembang perumahan ikut memikirkan ketersediaan areal pemakaman. Tidak hanya membangun perumahan dan mengeruk keuntungan namun tidak berkontribusi terhadap keberadaan lahan pemakaman bagi warga yang tinggal di perumahan itu.

Pengembang seharusnya wajib menyediakan lahan pemakaman. Agar nanti juga tidak ada gesekan dengan warga setempat,” ucapnya.

Saat ini, banyak pengembang yang tidak menyiapkan lahan pemakaman. Padahal mereka diwajibkan harus membuat fasilitas umum sebelum membangun perumahan. “Kami minta Dinas Perizinan melampirkan syarat bagi pengembang untuk menyediakan lahan pemakaman bagi warga,” tegas politisi Dapil Selaparang itu.

Terpisah, Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Mataram HL Agus Supriadi mengatakan sebenarnya sudah ada perda yang mengatur Fasos dan Fasum termasuk lahan pemakaman. Perda itu dibuat oleh DPRD Kota Mataram bersama eksekutif tahun 2015 lalu.

Hanya saja, kendala para pengembang menyediakan pemakaman karena lahan yang mereka miliki juga terbatas. Tidak semua pengembang membangun di lahan yang luas mencapai hektaran.

Kadang ada yang membangun di lahan 20-40 are. Mereka biasanya koordinasi dengan lurah dan warga setempat bagaimana solusi untuk menyiapkan pemakaman bagi warga,” terangnya.

Dinas Perkim mencatat terdapat 103 pemakaman yang ada di Kota Mataram. Dengan rincian dua makam umat Kristen, 88 makam Muslim, dan 11 makam umat Hindu. Ditambah ada juga dua makam baru untuk umat Konghucu.

Jadi kebutuhan makam yang saya hitung sampai tahun 2030 sesuai dengan usia RTRW, tersedia sekitar 33,5 hektare,” paparnya.

Sejak tahun 2015, Supriadi mengaku jumlah perumahan yang dibangun pengembang di Kota Mataram mengalami penurunan. Kecuali yang sudah punya lahan sejak lama. Karena harga lahan di Kota Mataram sudah mahal. Tidak sesuai untuk membangun rumah subsidi.

Sehingga cara mendapatkan lahan pemakaman daalam situasi seperti ini, Dinas Perkim coba menggagas gerakan amal jariyah untuk rumah masa depan. “Pengembang bisa saja menarik pungutan Rp 10 ribu per bulan dari setiap warga. Itu nanti bisa diserahkan ke pengelola tertentu (bisa dari pemerintah) untuk pemakaman,” paparnya.

Begitu juga di kalangan warga yang saat ini memang sudah mulai kesulitan mendapatkan akses pemakaman. Hal ini bisa diberlakukan oleh lurah atau camat yang mengkoordinasikan mereka. “Karena kalau mau bangun pemakaman di tengah perumahan atau pemukiman juga kurang tepat. Harus ada lokasi yang sesuai di setiap kecamatan,” ungkapnya.

Maka dengan gerakan amal jariyah untuk rumah masa depan ini ia harapkan bisa menjadi solusi lahan pemakaman yang sempit di Kota Mataram. Jika hanya mengandalkan APBD, pemerintah saat ini cukup terbebani dengan kondisi keuangan yang terdampak pandemi Covid-19. “Saya harap gerakan ini bisa mendapat dukungan dari dewan dan semua pihak terkait,” ucapnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks