alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Fakta Unik Beduk Raksasa di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center

Acap kali dibuat jadi latar selfie, beduk raksasa Masjid Hubbul Wathan Islamic Center ternyata menyimpan beberapa fakta unik. Apa saja itu?

LALU MOHAMMAD ZAENUDIN, Mataram

==================================

SEORANG pria berdiri dekat beduk. Seorang lagi di samping kentungan. Pria di samping kentungan memulai. Ia mengetuk beberapa kali.

Lalu dengan sekuat tenaga, pria di samping kentungan mengerahkan tenaga. Dengan kedua tangan menghantam kulit yang jadi membran beduk. Dug… Duk… Duk!

Momen unik itu nampak sayang dilewatkan. Beberapa pria yang hendak naik ke lantai dua, berhenti. Menyaksikan beduk dipukul bertubi-tubi.

Sementara beberapa pria lain yang sudah kadung dibawa naik eskalator, enggan mengalihkan pandangannya. Terutama dari pria yang kembali berancang-ancang menghantam beduk dengan sekuat tenaga.

“Memang harus keras, kalau pelan malah suaranya kecil,” kata Abdurrahman, salah satu takmir masjid.

Bunyi beduk yang bertalu-talu sebelum azan jumat yang pertama itu pun telah jadi tradisi. Tak hanya para pria yang senang melihat momen jarang-jarang itu. Tapi ibu-ibu dan anak-anak, acap kali berkerumun. “Ya sampai (500 meter suara gema),” kiranya.

Jauh juga. Bahkan takmir pernah berupaya. Membuat suara gema lebih jauh lagi. Yakni dengan memasukkannya ke dalam amplifier spiker masjid. “Tapi suaranya kurang merdu,” imbuhnya.

Beduk itu hanya dibunyikan sekali dalam seminggu. Yakni pada hari Jumat saja. Kalau pas bulan Ramadan baru bertambah serial hari. Yakni pada saat buka puasa. “Seharusnya memang setiap masuk waktu salat, tapi masih kita lihat dulu bagaimana teknis memukulnya,” imbuhnya.

Maksudnya, apa pukulannya dibuat sama atau masing-masing waktu salat punya ciri khas. Sehingga orang yang mendengar. Bisa membedakan waktu itu.

“Misalnya Magrib di pukul berapa kali, terus Isya berapa kali,” terangnya.

Pukul beduk memang tradisi sebelum masyarakat muslim akrab dengan amplifier untuk azan. Maka beduk digunakan sebagai sarana informasi sejauh-jauhnya, telah tiba waktu salat.

Kepala UPT Islamic Center Sulaiman Jamsuri membenarkan beduk raksasa itu sumbangan dari komunitas masyarakat Tionghoa. “Tapi yang muslim,” kata Sulaiman.

Mereka tergabung dalam PITI. Akronim dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, NTB yang diketuai H Maliki. Beduk itu dibuat dari bahan kayu jati. Dari kulit sapi berbobot lebih dari satu ton. “Sapi berangus,” ujarnya.

Beduk raksasa itu sebenarnya punya ‘saudara’ ketika dibuat di Mojokerto, Jawa Timur. Dengan dimensi sama persis. Serta diameter 1,6 meter. “Cuma satu di bawa ke Bandung,” terangnya.

Pembuatan beduk menghabiskan anggaran Rp 75 juta. Saat beduk itu didatangkan dari Jawa menggunakan truk.

Begitu sampai beduk tidak bisa di bawa masuk. Karena terhalang pilar dan tangga di sisi masjid sebelah timur.

“Geser beduk dari tangga sampai ke tempatnya sekarang itu butuh tenaga 25 orang, selama 2 hari,” tuturnya.

Hanya saja posisi beduk saat ini ternyata tidak tepat. Karena rentan terkena sinar matahari dan percikan air saat hujan. Belakangan, bahkan muncul retakan-retakan di badan beduk yang mengkhawatirkan. “Mungkin karena panas dan dingin silih berganti,” ujarnya.

Sulaiman sebenarnya ingin menggeser posisi beduk agak dalam. Sehingga tidak lagi disinari matahari secara langsung dan terkena percikan air.

“Kalau saya lihat di daerah lain beduknya malah dibuatkan ruang khusus, bahkan dikasih kelambu,” katanya.

Biasanya salah satu usaha mebel di Sweta yang ikut berkontribusi merawat beduk itu. Sulaiman berharap daya tahan beduk bisa lebih lama. Selain sebagai ikon MTQ 2016 juga, kini kerap dijadikan kebanggaan saat berfoto dengan latar beduk raksasa itu. “Beduk itu datang beberapa hari sebelum gelaran MTQ 2016,” tutupnya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks