alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Rapid Test Antigen Masal Berakhir, Kasus Korona di Mataram Melandai

MATARAM-Pemkot Mataram telah menuntaskan rapid test antigen massal dengan memeriksa 3 ribu sampel lendir. Kasus positif yang ditemukan tidak banyak.

“Dari 3 ribu sampel yang kita rapid secara acak, yang terkonfirmasi positif hanya 21 orang. Artinya penyebaran Korona relatif landai,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, program rapid test masal sudah selesai. Saat ini, hanya pelacakan kontak erat terhadap 21 orang yang terkonfirmasi positif. “Kami juga siap membackup rapid test di puskesmas untuk pelacakan kontak erat,” tutur pria yang karib disapa dr Jack ini.

Menurutnya, pelacakan kontak erat cukup penting guna menekan angka kasus baru. Terutama dalam untuk kasus orang tanpa gejala (OTG). “Warga yang tidak tahu dirinya positif Korona bebas melakukan aktivitas. Sehingga berpotensi menularkan ke orang lain,” kata Jack.

Kini, sebanyak 50 pasien positif Korona melakukan isolasi di dua Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19. Tinggal dilakukan penyembuhan saja. “Setiap minggu ada saja yang pulang atau sembuh,” kata dia.

Dengan jumlah kasus sekarang ini, lanjut Jack, Kota Mataram masuk zona kuning penyebaran Korona dari yang sebelumnya zona oranye. “Kalau zona hijau mungkin sulit. Karena harus nol kasus,” ungkap dokter gaul ini.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, positivity rate Covid-19 yang relatif rendah dapat menjadi peluang pemulihan ekonomi. Kondisi ini tentu akan menjadi pertimbangan wisatawan untuk berkunjung ke Kota Mataram.

“Saya rasa ini akan dapat mendongkrak pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” kata dia.

Menurutnya, hasil rapid test masal menjadi salah parameter bahwa sebaran Covid-19 di Kota Mataram landai. Menurutnya, rapid test masal dilakukan di perkantoran dan fasilitas publik sebagai upaya mencegah penyebaran Korona melalui praktik 3T (tracing, testing, treatment).

“Penanganan Korona bukan semata-mata dilihat dari jumlah pasien terpapar dan sembuh, namun juga dari tingkat tracing kontak yang dilakukan,” tandasnya. (jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks