alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Sepatu ala BROOK.LIN

Apakah anda penikmat kopi? Mau itu kopi Robusta atau Arabica. Sama saja enaknya. Tetapi tahukah anda. Kopi ternyata tidak hanya dinikmati dalam bentuk seduhan saja, kopi yang masih berbentuk biji utuh juga ada khasiatnya.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

==========================

Mesin kasir berbunyi kriiiiing. Seorang pegawai BROO.KLIN, sebuah tempat usaha mencuci sepatu di Lombok Epicentrum Mall, tengah asyik melayani pembayaran para pelanggan usai mengambil sepatu mereka yang sudah bersih. “Jangan lupa datang kembali ya,” katanya sambil tersenyum ramah.

Menoleh ke belakang pegawai mesin kasir. Ada sebuah rak, memajang puluhan sepatu. Yang sudah dipercantik dan dipoles, sampai sepatu yang masih tersimpan, untuk dicuci keesokan harinya. Sampai puluhan tas bergelantungan di sana. Para pegawai yang bertugas mencuci sepatu, sedang khusyuk menikmati pekerjaannya. Sikat dan mengelap beberapa sepatu kotor.

Christopher Kurniawan, pria 27 tahun sebagai pemilik BROOK.LIN, mempersilakan koran ini untuk menilisik lebih jauh dapur usahanya. Namun, setelah ditelusuri, ada sesuatu hal yang membuat agak tercengang. Yaitu sebuah sepatu terbungkus plastik transparan. tetapi di dalam sepatu ternyata dipenuhi dengan biji kopi. “Benar kok, kita memang pakai kopi,” kata Christopher.

Kepada Koran ini, ia bercerita bahwa penggunaan kopi bukan semata-mata langsung tercetus begitu saja. Suatu ketika, ada beberapa pelanggan yang datang ke tempat usahanya, bertanya bagaimana cara menghilangkan bau. Kata Christopher, sepatu pelanggannya itu terkena kencing tikus, kencing anjing sampai kencing kucing.

Mulai dari kejadian itu, dirinya berfikir hingga kemudian melakukan eksperimen sendiri. Membuka mesin pencarian Google untuk mencari petunjuk. Setelah itu, mencoba berbagai jenis bahan alami sampai bahan kimia lainnya.

“Sudah saya pakai produk ini itu, yang katanya bagus, terus pakai buah ini itu sudah tetapi tidak hilang juga bau sepatu itu,” kata Christopher.

Sampai akhirnya ia menemukan formula. Yaitu teh dan biji kopi. Sebelum menuju kopi, awalnya Christopher mencoba eksperimen dengan menghilangkan bau sepatu menggunakan teh, baunya memang hilang namun ternyata butuh waktu lama. Dia bilang, ada dua sampai tiga hari.

“Kalau sampai segitu lamanya, nggak bisa dong malah yang ada lari pelanggan saya karena kelamaan nunggu,” ujarnya.

Barulah, ia menuju kopi. Setelah percobaan dilakukan selama sehari. Ia kaget dan senang bukan kepalang, sungguh bau sepatu itu langsung hilang. Tak berbekas kembali. Karena pengalaman itulah akhirnya ia memutuskan memilih biji kopi sebagai penghilang aroma busuk sepatu.

Christopher sungguh murah hati. Meski itu adalah teknik marketing usahanya, namun ia tetap berbagi. Biar pelanggannya bisa mencoba di rumah. Ia mengatakan, untuk menghilangkan aroma busuk sepatu itu, hal pertama yang harus diingat adalah masukkan biji kopi sebelum sepatu di cuci.

“Kalau sudah dicuci, sama aja bohong karena tetap aja bau, kalau sebelum dicuci biar nanti aroma wangi sabun yang dipakai langsung terasa, karena bau busuk sepatu sudah hilang,” katanya.

Setelah sepatu belum dicuci itu dimasukkan biji kopi yang sudah disangrai, langkah selanjutnya adalah membungkus sepatu menggunakan plastik transparan atau bening. Kemudian mengikatnya erat sampai tidak ada udara yang masuk. Diamkan selama sehari semalam, kemudian dibuka dan percayalah bahwa bau sepatu busuk sudah hilang.

“Sejak saya coba beberapa bulan lalu, sampai sekarang, memang benar biji kopi ini sangat ampuh, kalau gak percaya, silakan teman-teman coba di rumah,” sarannya.

Christopher mengatakan, mau kopi Robusta atau Arabica, semuanya sama saja. Selain itu, manfaat lain yang ia dapatkan adalah penggunaan biji kopi menghemat biaya operasionalnya.

Dalam sehari saja, usahanya bisa menerima 10 pasang sepatu, belum lagi yang mencuci helm, tas,.dan koper. Berapa banyak biaya yang harus ia keluarkan jika tidak bisa menyiasati dengan cara yang lebih murah dan tentu saja hemat waktu

“Nggak sulit kok temui biji kopi sangrai di pasar, sejauh ini menurut saya masih murah,” terangnya.

Hemat waktu benar-benar diperhatikan Christopher. Karena dalam bisnisnya ini, ia mematok harga Rp 50 ribu untuk pencucian lebih detail dan Rp 35 ribu untuk cuci kilat. Pihaknya juga menyediakan sandal, bagi para pelanggan yang tiba-tiba ingin menunggu sepatunya dicuci, tetapi tidak membawa cadangan. Agar terus menikmati dan berkeliling mal. Sewanya pun tidak dipungut biaya alias gratis.

“Karena kalau nunggu kan sampai dua hingga tiga jam, kita beri gratis sewa,” pungkasnya. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks