alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Dua Jempol untuk Dinas PUPR

MATARAM-Sisa material bangunan di pinggir Jalan TGH Saleh Hambali, Dasan Cermen, Kota Mataram akhirnya diangkut. Sisa material itu sebelumnya cukup membuat resah. Terutama para pengendara karena dapat membahayakan keselamatan lalu lintas. “Sudah kita tangani,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman.

Sejumlah petugas lapangan di bawah Dinas PUPR langsung diterjunkan untuk mengangkat sisa-sisa material yang dibuang secara diam-diam. Selama ini material itu pun telah menutupi trotoar jalan. Sehingga para pejalan kaki kesulitan melintas di sana. “Terima kasih atas saran dan masukannya,” ungkapnya.

Selanjutnya tentu pengawasan setelah sisa material bangunan itu diangkuat. I Ketut Sugiartha Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram meminta agar kerja aparatur pemerintah lebih disinergikan. Agar tempat itu tidak lagi menjadi lokasi membuang sisa material. “Kalau sampai tidak terawasi, berarti ada komunikasi yang putus antara aparat pemerintah dari tingkat RT, RW, lingkungan sampai kelurahan,” kritik Sugiartha.

Seharusnya jika semua aparat bersinergi untuk mengawasi, dia yakin tumpukan material di Jalan TGH Saleh Hambali itu tidak akan sampai menumpuk banyak. Teguran hingga peringatan bisa diberikan pada pelaku baik yang sembunyi-sembunyi membuang di sana atau secara terang-terangan. “Kecuali ada yang memang sengaja membiarkannya,” cetusnya.

Keberadaan material sampah itu selama ini dinilai menganggu. Beberapa kali, sisa material itu sampai meluber ke badan jalan. Tentu saja itu dapat mengancam keselamatan jiwa pengendara. Terutama yang melintas pada malam hari. Karena kawasan itu termasuk minim penerangan lampu jalan. “Kalau mereka tahu pelakunya peringatkan dong, jangan malah dibiarkan,” pintanya.

Bagi politisi Gerindra ini, perilaku pembuang material itu sangat terpuji. Jika para pelakunya pengusaha yang ingin membangun, maka evaluasi terhadap izin gangguan lingkungannya harus ditinjau ulang. Sebab mereka sudah melalukan cara-cara yang keliru membangun usahanya. “Izin gangguan lingkungan mereka seperti apa, tentu seharusnya mereka sudah pertimbangkan ke mana harus buang material yang aman,” tandasnya. (zad/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks