alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Cegah Korona, Komunitas Cinta Mataram Pasang Wastafel Portable di Titik Keramaian

MATARAM-Komunitas Cinta Mataram ikut melakukan pencegahan penyebaran virus Korona. Salah satunya dengan memasang tempat cuci tangan atau wastafel portable di sejumlah titik keramaian. Seperti di ruang terbuka hijau (RTH), jalan, dan fasilitas publik lainnya. “Baru 50 kita yang kita pasang,” kata Pembina Komunitas Cinta Mataram H Mohan Roliskana, kemarin.

Pemasangan tempat cuci tangan tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di tempat-tempat umum lainnya. Karena dengan mencuci tangan di air yang mengalir bisa mencegah penyebaran virus.

 “Virus Korona sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian bagi penderita,” ujar pria yang juga menjabat wakil wali kota Mataram ini.

Ia berharap penyebaran korona ini segera berakhir. Sehingga warga Kota Mataram tidak lagi dihantui dan bisa beraktivitas dengan tenang.

Mohan memastikan jumlah pemasangan wastafel portable ini akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Terutama di sekolah lanjut dia, setiap satuan pendidikan harus memiliki lebih dari satu wastafel. “Beberapa sekolah sudah ada wastafel. Kita akan tambah agar tidak antre panjang,” ucap pria berkacamata ini.

Mohan juga meminta kepedulian masyarakat membantu upaya pencegahan dan penanganan musibah mewabahnya virus ini. “Percuma disediakan wastafel kalau tidak digunakan semestinya,” ungkapnya.

Selain itu, ia berharap upaya seperti ini dapat juga dilakukan oleh pengelola bangunan. Seperti mal, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan berbagai tempat keramaian lainnya untuk memfasilitasi wastafel. “Kami berharap pengelola bangunan mengadakan sendiri fasilitas ini. Biar sama-sama berupaya menjaga,” terangnya.

Mohan berharap masyarakat dapat menjaga bersama-sama wastafel ini dengan baik. Menggunakan sebaik mungkin fasilitas ini dan ikut menjaganya. “Kita bisa memanfaatkan wastafel ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Sri Handayani, salah seorang warga cukup senang dengan dipasangnya wastafel portable. Sebab ia bisa langsung mencuci tangan ketika kotor di jalan. Sehingga virus-virus yang nempel di tangan bisa cepat hilang usai mencuci tangan. “Kita kan tidak tahu tangan ada virus nempel. Jadi ketika ada wastafel bisa langsung cuci tangan,” tutur perempuan berjilbab ini. (jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks