alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Jam Malam, Pemkot Mataram Kaji Ulang Pemadaman Lampu Jalan

MATARAM-Kota Mataram mulai tak aman. Tak hanya dari virus Korona. Tapi juga dari aksi pencuri. ”Kondisi itu memberikan peluang besar bagi para pelaku kriminal untuk beraksi,” kata Kasatrekrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Minggu (19/4) lalu.

Menurutnya, pemerintah tidak perlu mematikan lampu jalanan untuk membubarkan kerumunan. Melalui imbauan yang intens dilakukan, masyarakat juga bakal sadar untuk tidak berkumpul. ”Kalau terus dimatikan, peluang mereka untuk beraksi semakin terbuka,” jelasnya.

Buktinya, semenjak Pemkot Mataram memberlakukan jam malam angka kriminalitas menunjukkan peningkatan. Mulai dari pembobolan toko, retail modern, dan ATM. ”Ada belasan toko penjual sembako dan beberapa ATM yang disasar,” ujarnya.

Tapi, anggapan itu dibantah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam. “Sebelum kita matikan lampu juga banyak yang bobol toko atau tindak kejahatan,” kilah Kemal, kemarin.

Pemadaman lampu di jalan nasional, provinsi, dan kota dilakukan Dinas Perkim guna mencegah penyebaran Korona. Agar masyarakat tidak lagi ada kumpul-kumpul.

Namun, suasana gelap membuat kejahatan merajalela. Mulai dari penjambretan, pencurian di toko, hingga rumah kos. “Kasus pembobolan toko bukan gara-gara lampu mati. Tapi sudah direncanakan,” kelit Kemal, lagi.

Namun, ia berencana mengkaji ulang kebijakan pemadaman lampu jalan tersebut. Pihaknya akan memantau perkembangan dan akan mendengar aspirasi masyarakat.

Bahkan, katanya, sejak dua hari lalu pihaknya kembali menyalakan lampu jalan dan lampu di tempat-tempat umum. Karena, dengan seringnya menyalakan dan mematikan lampu itu, ternyata membuat banyak peralatan rusak. “Tapi, ini akan kita perbaki,” ucapnya.

Lampu jalan dan tempat-tempat umum kembali dinyalakan mulai pukul 18.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. “Kalau masih ada tindak kejahatan,  berarti bukan gara-gara lampu padam. Namun karena kejahatan sudah direncanakan,” terang dia.

Saat pemadaman lampu, kata dia, sakelar digunakan otomatis. Namun kini ia harus mensetting kembali agar manual. Karena ada titik-titik tertentu, terutama yang dianggap rawan akan dinyalakan kembali.

“Kita juga minta agar warga tidak keluar rumah jam 10 malam ke atas,” ujarnya.

Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura menambahkan, lampu jalan dan tempat umum dinyalakan kembali. Karena beberapa kejahatan mulai beraksi dengan pemadaman ini. “Ya, informasi dari Perkim akan dinyalakan kembali,” ungkapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks