alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Semua Tenaga Kesehatan Puskesmas di Mataram Dapat Insentif Rp 2,5 Juta

MATARAM-Insentif tenaga kesehatan (Nakes) akan dibayar pekan ini. Menyusul semua persyaratan untuk pencairan sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Mataram.

“Hari ini sedang kami verifikasi, SPM-nya sudah kami tanda tangani semua. Setelah direkap, BKD akan mengeluarkan SP2D agar bank membayar ke masing-masing rekening nakes,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi, Kamis (22/4/2021).

Usman memperkirakan satu atau dua hari ke depan insentif nakes sudah bisa dibayar. “Mudah-mudahan dibayar besok (Jumat, 23/4/2021). Itu langsung masuk ke rekening masing-masing nakes,” ucapnya.

Pembayaran insentif tidak melalui proses singgah atau melalui perantara. Sehingga dipastikan tidak ada pemotongan apa pun terhadap insentif para nakes. Mekanisme pembayaran hampir sama ketika insentif dibayarkan pemerintah pusat melalui APBN.

Begitu juga ketika dibayar melalui APBD. Hanya saja nilainya lebih kecil. Disesuaikan dengan kemampuan daerah. Sesuai Peraturan Wali Kota yang mengatur pembayaran insentif dari APBD, besaran yang diterima para nakes itu 50 persen dari jumlah yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan. “Rp 2,5 juta untuk tiap tenaga kesehatan,” terang Usman.

Nakes yang mendapatkan insentif Rp 2,5 juta ini tersebar di 11 puskesmas yang ada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan Kota Mataram. “Semua nakes menerima insentif dengan besaran yang sama. Tidak ada perbedaan antara perawat dan dokter atau bidan,” timpal Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mataram drg Dianita Rahmi.

Pembayaran insentif bagi nakes yang melayani pasien positif Covid-19 di puskesmas berbeda dengan yang ada di rumah sakit. Di rumah sakit, terdapat perbedaan insentif yang diterima oleh nakes dokter spesialis, dokter umum, perawat dan bidan serta tenaga kesehatan lainnya. Jika mengacu pada Permenkes, dokter spesialis mendapatkan insentif Rp 15 juta per bulan. Dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta. Bidan dan perawat mendapatkan Rp 7,5 juta serta tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta. Maka, setelah ada perwal pembayaran insentif melalui APBD, mereka akan dibayar hanya setengahnya.

“Kalau kami di Puskesmas semua mendapatkan Rp 2,5 juta,” terang Dianita. Total anggaran yang dibayarkan untuk semua nakes di puskesmas sebesar Rp 2,4 miliar. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks