alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Permukiman Warga Tak Dilintasi Luapan Bendungan Meninting

MATARAM-Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman menegaskan jika pemukiman warga tidak berada dalam jalur Bendungan Meninting. Ini menjawab kekhawatiran banyak pihak ketika terjadi luapan di Bendungan Meninting, dampaknya akan dirasakan masyarakat kota.

“Alur buangannya hanya ke Sungai Meninting. Itu jauh dari permukiman warga Kota Mataram,” jelasnya.

Sungai Meninting hanya melintas di wilayah Lombok Barat. Namun muaranya yang memang berada di perbatasan Ampenan dan Batulayar. Itu pun dinilai masih lumayan jauh dari pemukiman warga. “Insya Allah pemukiman warga tidak terdampak. Hanya pemukiman di muara tetapi saya pikir tidak nyampai karena alirannya langsung ke laut,” paparnya.

Pihak Dinas PUPR Kota Mataram juga mengaku sudah membangun pembatas di sejumlah sungai dan kali yang ada di dekat permukiman warga. Selain untuk mencegah terjadinya luapan air sungai, juga untuk mencegah warga membuang sampah ke kali dan sungai.

Baca Juga :  Lesson Learn Penanganan Rumah Tahan Gempa Di NTB

Namun pembatas tersebut justru banyak dimanfaatkan warga untuk hal yang tidak semestinya. “Ada yang buat jadi kandang ayam, kandang bebek sampai kandang kambing,” bebernya.

Ini yang dikatakannya masih menjadi PR bagi Pemkot Mataram. Menata permukiman warga yang berada di dekat area sempadan sungai dan kali. Termasuk permukiman warga yang kerap terdampak gelombang pasang air laut. “Kalau yang terdampak gelombang pasang banyak yang sudah kami relokasi. Seperti yang di Bagek Kembar, Penghulu Agung, termasuk yang di Bintaro yang kini menempati Rusunawa,” paparnya.

Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Mataram (Perkim) M Nazaruddin Fikri mengaku pihaknya terus berupaya menata pemukiman kumuh di Kota Mataram. “Dari luas area kawasan kumuh sekitar 112 hektare kini sudah berkurang menjadi sekitar 99 hektare,” paparnya.

Baca Juga :  Ditinggal Memancing, Rumah Ludes Terbakar

Pemkot Mataram dijelaskannya banyak dibantu oleh pemerintah pusat untuk menyelesaikan persoalan kawasan kumuh. Misalnya melalui program Kotaku yang tahun ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/