alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Aset Daerah di Loang Baloq Mataram Dijadikan Kos-kosan

GIRI MENANG-Aset bersama milik Pemkab Lombok Barat (Lobar) dan Pemkot Mataram beralih fungsi. Dijadikan  kos-kosan. Lokasinya di rumah pemotongan hewan (RPH) Loang Baloq, di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram.

”Saya ngekos di sini,” kata salah seorang penyewa kamar kos di RPH Loang Baloq.

Padahal RPH Loang Baloq masuk dalam neraca aset. Kepunyaan Pemkab Lobar dan Pemkot Mataram. Sertifikatnya pun dipegang kedua pemda tersebut.

Terlepas dari itu, Pemkab Lobar berencana melego aset RPH Loang Baloq. Yang berada di Kota Mataram. ”Kita mau lepas ke Pemkot Mataram. Tentu dengan appraisal,” kata Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Lobar Fauzan Husniadi, kemarin.

Aset yang hendak dijual adalah RPH Loang Baloq. Penjualannya tentu akan dilakukan sesuai prosedur. Pastinya, tidak akan dilepas ke individu maupun pihak swasta.

BPKAD akan menawarkan Pemkot Mataram untuk membeli aset tersebut. Fauzan memang memilih untuk melego aset dengan pola government to government atau G to G. Sehingga prosesnya jelas dan klir.

”Aman kita kalau dengan pemerintah. Kita menghindari fitnah. Toh nanti digunakan appraisal dan hasil penjualan asetnya, kita pakai juga untuk pembelian aset di wilayah Lobar,” jelas mantan Kadis Damkar ini.

Rencana pemkab, hasil penjualan aset digunakan untuk membeli aset juga. Sehingga rencana melego aset di RPH Loang Baloq, akan dialihkan untuk pembuatan Islamic Center di Lobar. Juga pembukaan jalan baru di wilayah Kecamatan Gerung.

Kata Fauzan, untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya berencana bertemu Pemkot Mataram. Di akhir bulan ini. Membicarakan soal pelepasan aset di RPH Loang Baloq. ”Rencananya 29 Juli ini ketemu dengan bagian aset di Pemkot Mataram,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan BPKAD setelah persoalan penguasaan aset di RPH Loang Baloq klir. Pemkab Lobar bersama Pemkot Mataram sekarang ini menjadi pemilik bersama.

Soal persentase pengusaan aset di sana, Fauzan sendiri belum bisa memastikan. Meski begitu, dari pihak Pemkot Mataram, mereka meminta membaginya setengah-setengah. Artinya, masing-masing mendapat sekitar dua hektare.

Tapi, Pemkab Lobar, kata Fauzan belum mengamininya. Sebaliknya, mereka menginginkan hak pembagian yang lebih banyak. Jika bisa 70-30 persen untuk Pemkab Lobar. ”Nanti kita serahkan saja ke Kejari. Mereka juga yang akan melakukan mediasi soal ini,” tuturnya.

”Memang belum ada pembagian yang jelas, setelah gugatan itu. Kita juga mau klirkan dengan pemkot tanggal 29 Juli nanti,” tandas Fauzan.

Sebelumnya, aset RPH Loang Baloq digugat di Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Gugatannya didaftarkan 30 Agustus 2018. Penggugatnya Arifin Ibrahim. Menggugat Pemda Lobar serta Pemkot Mataram. Juga BPN NTB dan BPN Kota Mataram.

Gugatan itu terkait dua bidang tanah, yakni RPH Loang Baloq. Dengan luas 15.246 meter persegi dan 20.000 meter persegi. Hanya saja, tidak sampai proses persidangan, gugatan tersebut kabarnya dicabut.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, aset di RPH Loang Baloq, masuk kategori tanah bermasalah. Hal ini sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Juga Kejaksaan Tinggi (Kejati). Untuk dicarikan jalan keluarnya.

”Itu aset bersama. Milik Pemkot dan Pemkab Lobar,” kata Alwan.

Dalam laporannya, Pemkot Mataram menerangkan soal kondisi terbaru RPH Loang Baloq. Termasuk bangunannya yang dijadikan tempat kos-kosan. ”Termasuk itu kita laporkan. Makanya semoga ini bisa cepat selesai. KPK bisa turun untuk menyelesaikannya,” tandas Alwan. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks