alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Target Zona Hijau Korona Jadi Kado HUT Mataram ke 27

MATARAM-Pemkot Mataram bertekad sudah bebas dari virus Korona sebelum perayaan hari ulang tahun ke-27 daerah ini. “Kita akan siapkan deklarasi zona hijau,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Ahyar mengatakan, membebaskan daerah ini dari wabah Korona bukan suatu yang mustahil. Karena, dalam sebulan terakhir, terus terjadi penurunan jumlah kasus.

Saat ini, sejumlah kelurahan sudah masuk zona hijau. Tercatat, 18 kelurahan dinyatakan nol kasus positif. “Ini harus dipertahankan. Pada 31 Agustus mendatang semua kelurahan di Kota Mataram kita harapkan masuk zona hijau,” harap Ahyar.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi masyarakat Kota Mataram yang taat imbauan pemerintah. Mereka menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Baik di dalam rumah maupun luar rumah.

“Saya melihat, kesadaran warga menerapkan protokoler kesehatan mulai meningkat,” klaimnya.

Selain itu, kegiatan masyarakat juga berangsur normal. “Setiap hari ada saja yang saya tandatangani izin orang mengadakan kegiatan,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Dia menekankan agar kegiatan yang sifatnya mendatangkan orang banyak mentaati protokol Covid-19. Seperti jaga jarak, hindari kerumunan, dan gunakan masker.

Ahyar melihat, kesadaran warga cukup tinggi mencegah penularan Korona. Buktinya, mereka mengajukan izin melakukan berbagai kegiatan dengan menerapkan protokol Covid-19. “Ini tentu kita apresiasi,” ucap pria asal Dasan Agung, Kota Mataram ini.

Ahyar ingin protokol Covid-19 seperti penggunaan masker menjadi kebutuhan masyarakat. Warga yang hendak keluar rumah tetap mengenakan masker guna menghindari penyebaran Korona.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi mengatakan, jumlah kelurahan nol kasus positif Korona terus meningkat dari sebelumnya yang hanya tiga kelurahan. Usman menyebutkan, tercatat 18 kelurahan masuk zona hijau. Diantaranya, Kelurahan Gomong, Dasan Agung, Pejeruk, Pagesangan Timur, Mataram Timur, Cakranegara Barat, Cilinaya, Karang Taliwang, Mandalika, dan Kelurahan Cakranegara Timur. “Saya tidak hafal semuanya. Yang jelas 18 kelurahan,” cetusnya.

Diungkapkan, kelurahan yang masuk zona hijau itu sifatnya fluktuatif. Evaluasi terhadap kelurahan dengan nol kasus positif Korona dilakukan per pekan.

Jadi, kata dia, bisa saja pekan ini kelurahan A masuk zona hijau. Tapi pekan depan berubah menjadi kuning atau merah karena ditemukan kasus positif baru Korona.

Usman berharap, kelurahan yang masuk zona hijau bisa mempertahankan statusnya dengan meningkatkan upaya pencegahan penyebaran Korona. Mencegah penyebaran Korona dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui program Pencegahan Covid -19 Berbasis Lingkungan (PCBL). “Program PCBL bisa diintegrasikan dengan Lomba Kampung Sehat,” kata dia.

Meski 18 kelurahan masuk zona hijau, kata dia, secara umum Kota Mataram belum bisa berstatus zona hijau. Sebab, ada 32 kelurahan yang berstatus kuning dan merah. (jay)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks