alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Seorang Arsitek

Kualifikasi seorang arsitek dipandang cocok pemimpin kota. Kualifikasi formal dan pengalaman dalam organisasi politik diharapakan dapat mempercepat terciptanya Mataram sebagai kota yang nyaman bagi warganya dan pendatang.

—————-

MATARAM membutuhkan landmark atau ikon-ikon baru yang menampilkan sudut-sudut keindahan Kota Mataram.

Tampilnya suami dari Hj Ria Fafriyanie, ST ini adalah energi baru di Era Baru Kota Mataram. “Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Sindiran Ojie begitu menohok. Mengingat selama dua dasawarsa, ibu kota provinsi NTB dikuasai orang-orang dari keluarga yang sama.

Aqi lahir dan besar di Mataram. Bermain, belajar, dan mengamati pertumbuhan tanah kelahiran dengan detail. Aqi mendengar dengan jelas apa yang menjadi harapan para tetua atau pini sepuh bumi Mentaram.

Aqi pun mendengar mimpi anak-anak muda Mataram. Tentang daerahnya yang dicita-citakan maju. Tidak kalah dengan daerah lain di negeri ini ataupun negeri lain.

Setiap anak muda Mataram punya mimpi tanah kelahirannya dapat dibanggakan ke siapapun di manapun berada. “Tidak ada yang bisa memahami keinginan anak muda di Mataram sebaik beliau (Baihaqi)” imbuhnya.

Baihaqi kecil menghabiskan waktu untuk mengenyam pendidikan formal dasar hingga menengah atas di Kota Mataram. Pendidikan Stata I diselesaikan di salah satu perguruan tinggi di Malang, Jawa Timur.

Politisi Nasional Fahri Hamzah pun kepincut mendukung Aqi melalui partai Gelora. Menurut Fahri, Mataram akan berubah bila dikelola pemimpin yang secara keilmuan memadai. “Mataram butuh arsitek!” kata politisi yang dikenal kritis dan memiliki vokal lantang itu.

Sudah terlalu lama, Mataram miskin dengan ide-ide baru dan segar. Sehingga pembangunan ibu kota terkesan stagnan. “Kita pengen dong, membanggakan kota Mataram di depan orang-orang di luar sana,” ungkapnya.

Tetapi saat ini tidak ada yang bisa dibanggakan di Kota Mataram. “Malah makin kontor, makin jelek, transportasi publik tidak karuan,” cetusnya.

Lebih disesalkan lagi konsep pembangunan tidak ada karakter. “(Bagi saya) bisa dikatakan ini kemunduran,” sesalnya.

Aqi membawa harapan segar bagi ibu kota. Pengalamannya sebagai arsitek membuatnya memahami dengan baik bagaimana kota harus ditata secara etis dan kaya estetika.

Catatan karyanya di dunia arsitek terlihat dari karirnya yang cemerlang. Memulai karir tahun 2005 sebagai Staf Teknis Consultan CV Adi Cipta. Lalu pada tahun 2008 langsung duduk sebagai Direktur CV Karya Agung Consultan.

Lima tahun kemudian, tepatnya 2013 sebagai Komisaris CV Raja Intirayyan. Lalu setelah itu enam tahun kemudian sebagai Direktur PT Lombok Assya Mandiri. “Di sini saya menemukan pasangan BARU yang bisa membawa perubahan itu,” imbuhnya.

Fahri membandingkan Bandung dengan cepat mengalami akselerasi pembangunan setelah dipimpin arsitek. “seperti Bandung yang dibuat keren Ridwan Kamil, Mataram butuh figur serupa,” tekannya.

Kota Mataram berbeda dengan ibu kota lain di Indonesia. Beberapa waktu lagi, salah satu wilayah NTB yakni Lombok Tengah (Loteng) akan menjadi tempat perhelatan balapan terakbar sejagat: motoGP.

Mata dunia akan melihat ke ibu kota provinsi NTB: Mataram. Tetapi bila pembangunan di Mataram tidak ada karakter, sulit berharap wisatawan mau datang. Apalagi berharap para wisatawan itu, membanggakan diri pernah menjejakkan kaki di ibu kota provinsi NTB.

Karena itu, Mataram harus dirancang dengan ide, gagasan, dan konsep besar. “Kota harus dirancang internasional,” ulasnya.

Pengalaman mengelola organisasi akan menjadi bekal penting bagi Aqi menata birokrasi pemerintahan. Pada tahun 2012-2015 Aqi muda dipercaya menjadi Wakil Ketua Mahasiswa Lombok di Malang. Lalu pada tahun 2015-2019 Ketua Ikatan Arsitek Indonesia NTB.

Pengalaman Aqi di dunia politik pun cukup matang. Dia duduk sebagai wakil ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) NTB.

Berbagai catatan sebagai gambaran seperti apa model pembangunan Kota Mataram nanti di bawah kepemimpinan Aqi. “Orang dari Amerika, Rusia, Timur Tengah, Jepang, hingga China, akan datang ke sini, karenannya pembangunan di Mataram harus berakarakter NTB,” pungkasnya.

Aqi bahkan mendapat anugrah gelar Datoq Seri oleh Kerajaan Malaysia tahun 2018 lalu. Fahri kemudian menutup keyakinannya dengan mengatakan pasangan H Bahaqi-Hj Diyah Ratu Ganefi telah dipersiapkan membawa perubahan bagi Kota Matram. “Pasangan ini selain ideal, seperti dipersiapkan sejarah untuk menyelamatkan Kota Mataram,” pungkasnya. (zad/ADV)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks