alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Waspada, Covid-19 Varian Omicron Sudah Masuk Mataram

MATARAM–Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Kota Mataram. Warga Lingkungan Marong, Kecamatan Selaparang dinyatakan positif terpapar virus korona varian baru ini berdasarkan hasil laboratorium yang dikirim dari Jakarta kemarin malam.

“Pasiennya perempuan dan sudah meninggal. Usianya 63 tahun dan memang ada komorbid lama,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi kepada Lombok Post, kemarin (23/1).

Ia mengatakan, pasien datang ke RSUD Kota Mataram sekitar tanggal 12 Desember. Ia dirawat di IGD dengan keluhan sesak nafas dan anemia. Akhirnya setelah dirawat di ruang isolasi, maka dilakukan swab.

Dilakukan juga genome sequencing kemudian hasilnya dikirim ke Jakarta. “Baru tadi malam hasilnya diketahui positif omicron. Padahal pasien ini nggak pernah kemana-mana. Anaknya juga nggak pernah kemana-mana,” terang Usman.

Pasien tersebut pun sudah meninggal dunia 14 Desember lalu. Tim survelance menduga ada transmisi lokal. Namun penyebab kematian juga disinyalir akibat pasien memang lama menderita penyakit paru-paru dan anemia.

“Pasien hasil penelusuran kami juga nggak pernah vaksin,” papar Kadikes Mataram.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan ada dua orang yang sebenarnya terpapar Omicron di Kota Mataram. “Namun satu yang warga Kota Mataram. Satunya lagi warga luar kota,” terangnya kepada Lombok Post, kemarin (23/1).

Baca Juga :  Perpanjangan SIM di Mataram Kini Lebih Mudah

Meski virus varian baru ini sudah masuk, warga diimbau tidak perlu panik berlebihan. Karena pemerintah sudah menyiapkan skenario penanganan untuk mencegah meluasnya penularan virus varian baru ini.

Pemerintah dikatakan Suwandiasa terus melakukan tracing, testing dan treathment untuk menekan angka penularan Covid-19. Suwandiasa juga menjelaskan jika warga yang terpapar varian Omicron tidak harus diisolasi di rumah sakit. Mereka yang tidak punya komorbid, tidak dalam usia yang rentan dan tanpa gejala berat boleh isolasi mandiri di rumah. Setelah mendapatkan rekomendasi tim kesehatan atau Satgas Covid-19.

“Intinya jangan panik. Tetap jaga protokol kesehatan. Data kami saat ini, hanya tiga orang pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit,” jelas dia.

Tim ahli dari Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mataram dr. Hagni Wardoyo Mikrobilogi Klinik meminta masyarakat tetap waspada. Meskipun ia menyebut penularan varian Omicron ini tidak bergejala hingga gejala ringan.

“Cuma penularannya memang leih cepat 5 sampai 20 kali lipat. Papasan saja tanpa masker bisa tertular. Namun 90 persen penularannya tanpa gejala atau gejala ringan,” terangnya.

Baca Juga :  Sambut Tahun Ajaran Baru, 24.924 Guru di NTB Segera Divaksin

Namun ketika wara yang terpapar mendapat irisan 10 persen, tingkat risiko buruk terpapar hingga kematian mencapai 1,5 persen lebih tinggi dibanding varian delta. Ini yang patut diwaspadai.

Secara imunologi, salah satu upaya untuk bisa mencegah penularan varian omicron adalah dengan memperkuat antibody melalui vaksinasi.

Sebagian besar masyarakat Kota Mataram saat ini sudah memiliki antibody setelah melaksanakan dua kali vaksin. Antibody yang sudah terbentuk ada yang masih melindungi namun ada juga yang sudah netral dan tidak mengenali Covid-19 varian baru ini.

“Maka vaksinasi kemarin harus dilakukan vaksinasi ulang. Ini sesuai dengan program pemerintah juga yakni vaksin booster itu,” papar dokter yang bekerja di Rumah Sakit Unram tersebut.

IDI Kota Mataram kini dijelaskan Dokter Hagni sekarang sudah menyiapkan swab PCR yang bisa mendeteksi Protein S, N, RdRT dan Protein E. Jika swab PCR gagal untuk mendeteksi protein S, maka hasil swab akan dikonfirmasi atau sekuensing ke laboratorium di Surabaya. Untuk memastikan apakan penularan virus tersebut varian omicron atau bukan.

“Penggunaan masker dan protokol 6 M sekarang harus dikuatkan. Diupayakan juga pembatasan perjalanan keluar daerah dan keluar negeri,” tandasnya. (ton/jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/