alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Sebelum Nikahi Bule, Yuk, Pahami Aturan Kawin Campur!

Perca Lombok Sumbawa Gelar HUT Pertama//sub

MATARAM-Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (Perca) menginginkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menikah dengan Warga Negara Asing (WNA) memahami hukum yang berlaku antar kedua Negara. ”Intinya kami ingin melakukan pemberdayaan dari pengetahuan perkawinan campuran,” kata Ketua Umum Perca Indonesia Juliani W Luthan pada Lombok Post, kemarin (22/2).

Dijelaskan, perkawinan campuran itu bukan perkawinan beda agama. Karena undang-undang perkawinan Indonesia tidak mengatur hal tersebut.

Tetapi, WNI dan WNA yang menikah ini memiliki ketentuan dari masing-masing negaranya. ”Karena ada dua aturan hukum yang berbeda, maka kita mendorong teman-teman memahami aspek-aspek hukum terkait hal tersebut,” terangnya.

Selain itu, Perca fokus pada tiga pilar utama kegiatannya. Diantaranya ada advokasi, sosialisasi, dan konsultasi. Ketiganya berkaitan erat dengan isu kawin campur, UU Kewarganegaraan, UU Keimigrasian, administrasi kependudukan, dan lainnya.

Advokasi berupa dialog dan audiensi dengan pihak-pihak pembuat dan pelaksana aturan hukum kebijakan untuk mengusung aspirasi agenda perjuangan Perca Indonesia. Sosialiasi berupa penyebarluasan dan penyampaian informasi untuk mendorong keluarga perkawinan campuran agar memahami dan mentaati hukum aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Pos Pemeriksaan Warga yang Masuk Mataram Malah Ciptakan Kerumunan

Konsultasi berupa sesi one-on-one bagi anggota yang menghadapi kasus khusus dan membutuhkan masukan, solusi, dan arahan yang tepat agar taat hukum. Dalam menggencarkan pemahaman ini, Perca Indonesia menggelar Lingkar Diskusi ke beberapa daerah. Diantaranya Jakarta, Surabaya, Denpasar, Jogjakarta, Semarang, Lombok, dan kota lainnya menyusul.

”Lombok menjadi kota keenam penyelenggaraan lingkar diskusi tersebut,” tuturnya sembari mengucapkan selamat HUT Pertama Perca Lombok Sumbawa.

Dalam rangka hari jadi Perca Lombok Sumbawa, perkumpulan ini  menggelar Lingkar Diskusi Mengenai Kematian Pasangan WNA dan Catatan Penting Terkait Dokumen dan Aspek Legalitas. Jadi bila pasangan pernikahan campuran yang tergelar, maka harus paham ini semua.

”Khususnya hak bagi anak dari hasil pernikahan campuran,” kata Koordinator Perca Lombok Sumbawa Lasme Hargrave.

Baca Juga :  Mayura dan Cilinaya Belum Punya Kantor Lurah Permanen

Tujuannya, untuk menambah wawasan keluarga yang menikah beda negara. Selain anak, masalah hukum dan warisan juga merupakan permasalahan yang banyak dialami pasangan kawin campur beda negara ini. ”Kita berharap, tidak ada yang dirugikan dari persoalan hukum yang dihadapi,” ujarnya.

Sangat penting bagi anggota Perca memahami aturan waris dan surat wasiat bagi pelaku perkawinan campur beda Negara. Masalah-masalah yang sering muncul berkaitan dengan warisan dan surat wasiat dalam perkawinan campuran antara lain siapa yang berhak atas warisan, proses administrasi yang rumit akibat beda kewarganegaraan. Termasuk menyelesaikan sengketa warisan jika terjadi perceraian, proses waris bagi keturunan di bawah umur dan persoalan lainnya.

“Dengan ada kegiatan ini kami berharap anggota jadi paham tentang aturan hukumnya menikah campuran dengan beda warga Negara,” tandasnya. (nur/*)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/