alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Penerapan Protokol Kesehatan Kendor Lagi

MATARAM-Penerapan protokol kesehatan di Kota Mataram mulai kendor. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker dan sarana protokol kesehatan lainnya mulai berkurang seiring melandainya kasus Korona.

“Harus kami akui, masih ada sebagian warga yang abai,” terang juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa kepada Lombok Post.

Di beberapa tempat pusat keramaian hingga di jalan raya, bisa ditemukan dengan mudah banyak warga yang tidak lagi mengenakan masker. Bahkan dalam berbagai aktivitas, protokol kesehatan terlihat longgar.

Kelalaian masyarakat diduga karena ada kejenuhan mereka menghadapi pandemi yang berlangsung hampir satu tahun. Ditambah adanya kesalahpahaman memaknai era new normal yang digaungkan oleh pemerintah.

“Maka semangat melawan pandemi di awal memang harus dikembalikan,” katanya.

Satgas Covid-19 di Kota Mataram ditegaskan pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram ini, tidak akan patah semangat. Persoalan ada masyarakat yang abai, ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Karena kondisi ini juga terjadi di daerah lain.

“Kami sangat bersyukur ada pogram Lomba Kampung Sehat 2 yang sedang dilaksanakan Polda NTB. Ini akan disinkronisasi dan dikolaborasikan dengan PCBL Satgas Covid-19 Kota Mataram,” katanya.

Para lurah dan camat diminta kembali mengimbau warga untuk menggalakkan kembali pola hidup sehat dan bersih. Termasuk membiasakan warga menerapkan protokol kesehatan. “Kita di Kota Mataram masih zona oranye. Dilihat dari swab masal yang kita lakukan, Mataram hampir menuju zona kuning,” jelasnya.

Kabid Tibumtranlinmas Satpol PP Kota Mataram M Israk Tantowi mengatakan, pihaknya akan terus menggelar operasi penertiban protokol kesehatan. Baik dengan melaksanakan razia di jalan raya hingga mendatangi pusat keramaian seperti tempat hiburan, restoran dan pusat perbelanjaan.

Satpol PP bersama Satgas rutin melalukan operasi turun menyasar tempat hiburan dan tempat keramaian. “Kami juga tracing mengawal rapid antigen di perkantoran, ponpes, dan tempat hiburan,” jelasnya.

Termasuk menggelar razia masker di jalan raya. Selama operasi, Satpol PP Kota Mataram mendapati masih banyak warga yang tak patuh pada Prokes. Buktinya, 725 orang dinyatakan melanggar Prokes. Baik perorangan atau pemilik usaha.

Dari jumlah tersebut 233 orang dikenai denda administratif dan 491 orang dikenakan sanksi sosial. Total dana denda yang terkumpul dari denda pelanggaran protokoler kesehatan mencapai Rp 24.785.000. Dana tersebut akan masuk ke kas daerah sebagai PAD.

“Satu orang pemilik usaha belum membayar sanksi denda Rp 500 ribu dan belum menandatangani surat pernyataan. Maka KTP pemilik usaha diamankan,” terangnya. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks