alexametrics
Jumat, 29 Mei 2020
Jumat, 29 Mei 2020

Beruntung, 35 Pelamar Otomatis Jadi CPNS Kota Mataram

MATARAM-Sebanyak 35 pelamar CPNS bisa lulus otomatis menjadi CPNS Kota Mataram. Mereka menjadi satu-satunya peserta yang akan mengikuti SKB di formasinya. ”Kalau pesertanya cuma satu di SKB, langsung otomatis CPNS,” kata Kabid Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Mataram H Ahmad Mujahidin, kemarin.

BKPSDM kemarin sudah mengumumkan peserta yang lulus SKD. Mereka yang memenuhi passing grade, tiga kali formasi, berhak untuk mengikuti SKB.

Dari 275 formasi, hanya ada satu formasi yang dipastikan kosong. Yang anastesi di RSUD Kota Mataram. Muja mengatakan, formasi tersebut sebenarnya ada pelamarnya, hanya saja tidak lulus passing grade.

”Yang dibutuhkan dua orang. Pesertanya satu saja, tapi tidak lulus. Akhirnya kosong,” ujarnya.

Untuk 35 formasi yang hanya terdapat satu peserta tes SKB, dipastikan bisa langsung menjadi CPNS. Dengan catatan, mereka harus tetap mengikuti SKB.

Mereka yang lulus otomatis, sebanyak 28 orang merupakan tenaga pendidik. Sebagai guru kelas dan guru olahraga di 28 SD dan SMP se-Kota Mataram. Tujuh orang lainnya merupakan tenaga kesehatan, seperti rekam medik, dokter, serta dokter spesialis.

Berdasarkan jadwal dari pusat, pelaksanaan SKB semula dilakukan dari tanggal 25 Maret hingga 13 April. Pemerintah daerah mengajukan waktu pelaksanaannya selama rentang waktu tersebut.

Kepala BKPSDM Kota Mataram Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, pelaksanaan SKB untuk Kota Mataram awalnya sudah diajukan. Pada tanggal 25 hingga 26 Maret ini. Hanya saja, ada instruksi lanjutan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Merespons mengenai wabah Korona di sejumlah daerah.

”Kita menunggu lagi arahan selanjutnya. Yang pasti untuk tanggal 25 dan 26 itu tidak bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Pemkot Mataram sebenarnya berharap bisa tetap mengadakan tes SKB. Dengan pertimbangan wilayah yang belum masuk kategori endemis virus Korona, setidaknya hingga 22 Maret. Hanya saja, instruksi pusat tetap harus dipatuhi.

Kata Nelly, mereka berharap kondisi ini cepat berlalu. Sehingga masyarakat bisa hidup tenang. Dan pelaksanaan tes SKB bisa dilangsungkan. ”Kita berdoa supaya cepat hilang virus Korona ini,” tutur Nelly.

Lebih lanjut, dalam proses penyampaian hasil SKD di panitia seleksi nasional (panselnas), BKPSDM menyampaikan satu persoalan. Terkait pelamar yang lolos passing grade untuk formasi tenaga kesehatan.

Kata Nelly, yang bersangkutan dulu pernah berstatus ASN di RSUP NTB. Dari laporan yang mereka terima, pelamar tersebut rupanya mengundurkan diri. ”Tidak bisa lolos kalau seperti itu. Tapi sudah kita laporkan ke Kemenpan-RB,” katanya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gubernur NTB Tutup Bandara 1 Juni, Dishub : Tak Ditutup, Hanya Dibatasi!

MATARAM-Penutupan Bandara Internasional Lombok (BIL) yang diwacanakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah tak jadi kenyataan. “Tidak ada penutupan bandara, hanya pembatasan penumpang. Itu hanya salah...

Di Lombok Tengah, Korona Menyebar di Sembilan Kecamatan

PRAYA-Seluruh desa harus memperketat penjagaan wilayahnya masing-masing. Hingga Kamis (28/5) jumlah kasus positif korona di Lombok Tengah menjadi 41 orang. 23 diantaranya telah sembuh. ”Covid-19...

Tiga Pegawai PLTU Jeranjang Lombok Barat Positif Korona

GIRI MENANG-Klaster baru sebaran virus Korona muncul di Lombok Barat (Lobar). Tepatnya di PLTU Jeranjang,  Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. "Karena memang warga yang positif...

Wakil Direktur RSUD Kota Mataram Positif Terjangkit Korona

MATARAM-Tenaga kesehatan (nakes) harus secara ketat menjalankan protokol pencegahan Covid-19. Bukan saja ketika bekerja di rumah sakit. Tapi juga ketika pulang ke rumah. ”Jangan diremehkan....

Kamis 28 Mei, Korona NTB Hampir 600 Kasus, Siapkah Hadapi New Normal?

MATARAM—Ditengah upaya pemerintah memperkenalkan konsep new normal kasus positif korona di NTB  justru  belum menujukkan tanda-tanda penurunan. Kamis (28/5) pemprov NTB kembali mengumumkan adanya...

Penularan Korona Terhadap Anak di NTB, Kasus Terbanyak di Mataram

MATARAM-Kasus positif Covid-19 yang menimpa anak-anak kian mengkhawatirkan. Dari total 78 kasus di seluruh kabupaten kota di NTB, Kota Mataram menyumbang sekitar  30 kasus....

Paling Sering Dibaca

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Mulai 1 Juni, Masuk ke Malaysia Dikenai Biaya Karantina Rp 7 Juta

JAKARTA--Dampak pandemi Covid-19, Malaysia memberlakukan aturan ketat. Semua orang yang memasuki Malaysia harus menanggung biaya karantina wajib dan menandatangani surat setuju untuk membayar. Tentunya...

67 Tenaga Medis NTB Positif Tertular Korona, Kasus Covid 19 Naik Jadi 537 Orang

MATARAM—Jumlah tenaga medis di NTB yang tertular virus korona.  Mereka tersebar di enam rumah sakit dan satu puskesmas di NTB. “67 tenaga kesehatan kita yang...

74 Anak-anak di NTB Positif Korona, Sebagian Besar Tertular dari Keluarga Dekat

MATARAM—Jumlah anak-anak di NTB tertular Covid 19 terus meningkat. Minggu (24/5) Dikominfotik NTB mencatat 72 anak-anak tertular Covid 19. Rinciannya 24 balita dan 48...

Di Tingkat Banding, Mantan Kadispar Lombok Barat Dihukum Lebih Berat

MATARAM-Mantan Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat (Lobar) Ispan Junaidi  bakal tinggal lebih lama dipenjara. Hakim banding yang diketuai I Dewa Made Alit Darma dan hakim...