alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Mataram Belum Siap “Perang” Melawan Virus Korona

MATARAM-Pemkot Mataram ternyata belum seratus persen siap “berperang” melawan virus Korona. Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, daerah yang dipimpinnya masih kekurangan fasilitas dan tenaga kesehatan.

“Ada keterbatasan soal fasilitas di RS. Apalagi puskesmas. Terutama untuk alat dan tenaga medisnya,” ungkapnya.

Ahyar juga tak menjelaskan secara rinci seperti apa kesiapan tenaga medis. Apakah mereka sudah dibekali alat perlindungan diri (APD) hingga kemampuan yang baik, dalam menghadapi situasi di lapangan.

”Masih kita lakukan proses-proses standar. Seperti pengukuran suhu tubuh. Ada pemeriksaan, kalau ada warga yang terganggu kesehatannya. Ketika ada indikasi,” tuturnya.

“Kita juga memberi imbauan, edaran kepada masyarakat. Juga tindakan antisipastif untuk kesiapan secara medis, terus kita lakukan,” tambah Ahyar.

Sejauh ini, seperti kata Ahyar, pemkot memang hanya melakukan langkah preventif. Mereka sudah menyediakan tempat cuci tangan, beserta sabunnya, di ruang publik. Jumlahnya sebanyak 50 tempat cuci tangan.

Selain itu, penyemprotan disinfektan juga telah dilakukan. Di sekolah, perkantoran, dan pasar-pasar. Rencananya, hari ini akan dilakukan penyemprotan di sejumlah jalan protokol Kota Mataram.

Langkah lanjutan yang dilakukan pemkot adalah menutup tempat hiburan di Kota Mataram. Kata Ahyar, ini untuk menindaklanjuti surat imbauan Gubernur NTB. Yang meminta penutupan sementara untuk tempat hiburan. Yang pengelolaannya dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Pengawasannya nanti dilakukan secara koordinatif bersama kepolisian dan TNI. Termasuk juga Satpol PP. ”Pengawasan akan dilakukan secara ketat. Kita pasti tindaklanjuti itu,” tegas Ahyar.

Yang terpenting sekarang, kata Ahyar, masyarakat tidak boleh panik. Tetap meningkatkan kewaspadaan. Virus Korona tak boleh dianggap remeh. Patuhi imbauan pemerintah untuk social distancing dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

”Di daerah lain, memang sudah banyak yang positif. Semoga tidak ada (di Mataram) yang positif, itu kita pertahankan,” kata Ahyar.

Untuk anggaran, sejauh ini Pemkot Mataram belum memastikan berapa jumlah APBD yang akan dialokasikan. Dalam menghadapi virus Korona.

Meski tidak menyebut jumlah pastinya, Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, pemkot akan menyiapkan berapapun jumlah yang dibutuhkan. ”Berapa saja, tidak ada pembatasan anggaran. Yang harus kita biayai, ya kita biayai,” kata Eko.

Alokasi anggaran untuk pencegahan Korona, bisa diambil dari sejumlah kegiatan. Seperti perjalanan dinas. Kata Eko, selama tidak menyalahi aturan, pos anggaran yang sudah dirancang bisa saja digeser.

”Apalagi ini kebutuhan mendesak. Secara darurat boleh saja. Yang pasti, pemkot tetap berkonsentrasi bagaimana mengantisipasi virus Korona ini. Apa yang dibutuhkan, kita akan siapkan,” tegas Eko.

Batasi Jumlah Pasien

Sementara itu, RSUD Kota Mataram mulai membatasi pasien poli. Dari yang biasanya menerima pasien seribu per hari, kini akan diterima setengahnya atau di bawahnya. “Kalau yang tidak terlalu urgent, kita minta pasien di rumah saja,” pinta Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra, kemarin.

Pantauan Koran ini, pasien yang masuk rumah sakit terlebih dahulu diperiksa suhu tubuhnya. Begitu juga dengan pengunjung, yang boleh mendampingi hanya satu orang.

Diungkapkan, tenaga medis menjadi garda terdepan penanganan penyebaran Korona. Jika tenaga medis terus diporsir mengurus pasien poli, tidak menutup kemungkinan tubuh mereka akan melemah. Karena dari sisi jumlah, pasien poli cukup banyak.

“Kita satu hari bisa menerima seribu pasien poli,” ujar pria yang karib disapa Jack ini.

Sementara di satu sisi kata dia, penyebaran Korona masih panjang. Jadi, mau tidak mau ia harus mengatur strategi. Dengan cara membatasi jumlah pasien poli. Sehingga, tenaga medis memiliki waktu untuk mempersiapkan diri jika ada pasien dalam pengwasan (PDP).

“Jangan kita kencang di depan, di tengah kita teledor, dan di belakang kita bobol,” cetus Jack.

Dia ingin penanganan Korona jangan sampai teledor. Dari sisi jumlah pasien poli di RSUD Kota Mataram cukup banyak. Jika ini terus dilakukan penanganan otomatis tenaga medis akan melemah. “Kalau tenaga medis sakit, bisa berbahaya,” ujarnya.

Sejauh ini kata dia, pasien poli yang datang ke RSUD Kota Mataram merupakan pasien lama. Biasanya dalam waktu dua minggu mereka akan berkunjung ke rumah sakit. Entah itu untuk memeriksakan diri atau pun hanya untuk mengambil obat.

“Kita minta pasien poli bisa berkunjung satu bulan sekali ke rumah sakit,” pintanya. Kecuali lanjut dia, ada yang mendesak atau urgent.

Sedangkan pasien poli yang statusnya baru jarang. Meski pun ada nantinya bisa masuk melalui IGD. Namun tidak semua pungunjung bisa mengantar pasien. “Satu pasien hanya boleh dikunjungi satu orang,” ucapnya.

Dengan pembatasan jumlah pasien ia berharap masyarakat bisa menerima. Karena beberapa bulan ini, dunia Internasional diguncang Covid 19 yang telah menular di berbahai negara. “Kita ingin mencegah penularan ini dengan cara membatasi pasien,” ucapnya.

Sementara itu Humas RSUD Kota Mataram Lalu Hardimun mengatakan, pembatasan jumlah pasien poli dimulai kemarin. Pasien yang biasanya mengambil obat dua minggu sekali akan dijadwalkan menjadi satu bulan sekali. “Kita hindari kerumunan dulu di rumah sakit,” cetusnya. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Jurang Jaler, Juaranya Lingkungan Bersih dan Asri

Desa Jurang Jaler, meraih juara satu Lomba Kampung Sehat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah. Desa ini memang kaya inovasi. Terutama bagaimana menggerakkan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks