alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pengawasan ODP dan PDP di Kota Mataram Belum Maksimal

MATARAM-Penanganan Covid-19 berbasis lingkungan alias PCBL belum maksimal. Program yang dilontarkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh ini masih bolong-bolong. Terutama untuk pengawasan dari bawah.

Teknis PCBL melibatkan kepala lingkungan, tokoh agama, dan masyarakat. Untuk menjaga lingkungan masing-masing. Di setiap pintu masuk lingkungan, akan disiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermal gun, sampai masker.

Selain itu, masyarakat di lingkungan juga diharapkan bisa saling mengawasi warga berstatus orang dalam pemantaun (ODP). Maupun pasien dalam pengawasan (PDP), yang menjalani isolasi di rumah.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, partisipasi masyarakat bukan saja pengawasan. Tapi bagaimana mereka bisa memberikan dukungan kepada ODP dan PDP.

”Bukan memberi stigma dan mengucilkan. Kita lihat di beberapa wilayah sudah menunjukkan solidaritas seperti itu,” kata Suwandiasa, kemarin.

Secara perencanaan, program PCBL sangat bagus. Masyarakat diajak terlibat. Membantu pemerintah mengawasi. Sekaligus mendukung OPD dan PDP yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Tapi tidak seperti itu kenyataannya di lapangan. Pengawasan yang diharapkan justru kedodoran. Seperti pada kasus PDP positif nomor 107 berinisial HA asal Kecamatan Ampenan.

HA sebelumnya dinyatakan positif terjangkit virus Korona pada Selasa malam, 21 April. Setelah petugas kesehatan dari RSUD Kota Mataram mengambil Swab HA, beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan protokol kesehatan dari RSUD Kota Mataram, seluruh warga yang diambil Swabnya, wajib menjalani isolasi. Jika kondisi kesehatannya baik, tanpa gejala sakit, yang bersangkutan bisa isolasi mandiri di rumah. Atau Wisma Nusantara, lokasi isolasi yang disediakan Pemkot Mataram.

Tapi tidak demikian dengan HA. Yang bersangkutan pergi ke Sekotong, Lombok Barat (Lobar). Kepergiannya dilakukan sebelum hasil Swabnya keluar. Karena itu, ketika Swabnya dinyatakan positif Selasa malam, petugas kesehatan kebingungan. Saat dijemput, mereka tidak mendapati HA di rumahnya. Di Kecamatan Ampenan.

”Dia ke Sekotong, ke rumah istri. Jadi pada saat dia status ODP, melakukan isolasi mandiri di rumah istrinya, di Sekotong,” ujarnya.

Suwandiasa menolak jika disebut ada kurang pengawasan untuk kasus HA. Ia lantas menganalogikan salah satu taktik sepak bola, yakni man to man marking. ”Kita sulit. Jadi isolasi mandiri, ya membutuhkan kedisiplinan,” kata Suwandiasa.

Kadis Kominfo ini juga mengakui kebingungan petugas, yang hendak menjemput HA. Ketika hasil Swab HA dinyatakan positif. ”Kita juga bingung ke mana Bapak ini, ternyata dia di Sekotong,” tuturnya.

Mengenai HA yang ke Sekotong, Suwandiasa bahkan menyebutnya lebih bagus. HA memilih isolasi mandiri di tempat yang ia merasa nyaman. Itu pun atas inisiatifnya sendiri.

Kepergian HA tentu membawa risiko. Apalagi setelah hasil Swabnya dinyatakan positif. HA seharusnya tetap berada di rumahnya, di Kecamatan Ampenan.

Suwandiasa menepikan mengenai potensi penyebaran virus dari peristiwa kepergian HA ke Sekotong. Katanya, HA pergi Sekotong sebelum hasil Swabnya keluar. Sebelum dinyatakan negatif atau positif. Apalagi HA masuk kategori orang tanpa gejala.

”Ya mungkin dia merasa tidak nyaman di rumah (Ampenan). Yang tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. Mungkin tidak nyaman,” dalih Suwandiasa.

Dalam pola penanganan Covid-19 di Kota Mataram, skema yang dirancang RSUD Kota Mataram lebih ketat. Terutama untuk tiga klaster, Bogor, Jakarta, dan Gowa. Untuk masyarakat yang masuk ketiga klaster tersebut, langsung dilakukan Swab. Dan statusnya pun dinaikkan menjadi PDP. Meski tak menunjukkan gejala sakit.

”Prinsipnya begini. Masyarakat diminta stay at home,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Dokter Jack, sapaan karibnya mengatakan, imbauan serupa ditujukan kepada PDP maupun ODP yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Termasuk kepada HA. Proses pengambilan Swab untuk HA dilakukan petugas RSUD Kota Mataram. Sehingga sudah seharusnya, setelah Swabnya diambil, melakukan isolasi mandiri.

Menurut dia, RSUD Kota Mataram tidak mungkin mengisolasi seluruh PDP. Apalagi mereka yang tidak menunjukkan gejala. Sehingga, pihaknya mengharapkan kerjasama dengan mereka. Salah satunya dengan diam di rumah.

Tujuannya, untuk memudahkan petugas melakukan tracing kontak. Dan yang paling penting adalah mencegah penyebaran virus Korona. ”Jadi pas positif hasilnya, kita bisa langsung ambil dan isolasi di RS. Kalau negatif, ya sudah, artinya aman. Aturannya begitu,” tuturnya.

Meski sempat pergi ke Sekotong, Jack menyebut HA cukup kooperatif. Rabu pagi, 24 April, ia datang sendiri ke RSUD Kota Mataram. ”Kita apresiasi HA, konsekuen dia. Sekarang sudah di ruang isolasi. Kondisinya sehat,” jelas Jack.

Pola karantina mandiri lebih dibebankan pada kesadaran masyarakat. Jika masyarakat taat, kerja gugus tugas lebih mudah. Tapi tentu saja, perlu juga kehadiran pemerintah guna mengantisipasi masyarakat yang egois.

”Lebih kepada kesadaran yang bersangkutan untuk mengikuti protokol. Sehingga tanpa diawasi, harus taat,” kata  Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfudin Noor.

Di sisi lain, Fudin menyebut pengawasan dilakukan oleh Tim Gugus Covid-19 melalui petugas puskesmas, bersama lurah, dan camat. Yang sayangnya, lolos untuk PDP positif nomor 107. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Kisah Para Korban PHK yang Menolak Menyerah di Desa Sokong

Pandemi Covid-19 membuat banyak warga yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan di Desa Sokong. Tapi, mereka menolak menyerah. Hasilnya kini, mereka bukannya mencari pekerjaan. Malah mereka justru mencipta pekerjaan.

Begini Cara Booking Service Online Via Motorku X

”Caranya sangat mudah, semua hanya dalam genggaman saja,” ucap Marketing Sub Dept Head Kresna Murti Dewanto.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks