alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Wali Kota Mataram Larang Warga Mudik

MATARAM-Pemerintah Kota Mataram melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Mataram mudik. Larangan ini diberikan dalam bentuk surat edaran (SE).

“Tidak hanya ASN, masyarakat lainnya juga kita larang mudik,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Pemkot akan melakukan pengawasan di bandara, terminal, dan pelabuhan terkait larangan mudik. Petugas akan berjaga-jaga di titik tersebut untuk mengawasi warga mudik.

“Upaya ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran Korona,” ungkap orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Larangan mudik tertuang dalam beberapa aturan. Antara lain, surat keputusan wali kota Nomor 294/III/2020 tentang penetapan status siaga darurat bencana non alam Covid-19 di Kota Mataram. Selain itu, surat  keputusan presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang penetapan kedaruratan kesehatan masyarakat. Surat keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13.A Tahun 2020 tentang perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19. Surat Menteri Dalam Negeri  Nomor 440/2436/SJ Tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pemerintah daerah. SE MenpanRB Nomor 46 tentang pembatasan berpergian keluar daerah atau kegiatan mudik/cuti bagi ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Meski begitu, Ahyar belum bisa memberikan sanksi tegas jika ada warga yang mudik. Namun yang jelas kata dia, warga yang mudik jelang lebaran tidak akan dibolehkan. Baik itu antar kabupaten/kota maupun provinsi. “Kita minta ASN bisa menjalankan SE dengan baik,” pinta Ahyar.

Diungkapkan, larangan mudik dilakukan sebagai salah satu langkah mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram. Ia tidak ingin warga, khususnya yang berasal dari pulau Jawa, nantinya pulang kampung.

Menurutnya, mudik kali ini juga tidak akan bisa dilakukan para ASN. Sebab, pemkot melarang para abdi negara untuk cuti Lebaran. “Intinya tidak boleh mudik,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Mataram belum tahu berapa total pekerja dari luar daerah yang bekerja di Kota Mataram. “Datanya ada di kabid,” kilahnya.

Pihaknya akan bersurat ke perusahaan agar tidak membolehkan karyawannya mudik. “Kita akan buatkan surat ke perusahaan melarang karyawannya mudik,” cetus mantan Camat Mataram ini.

Menurutnya, orang dari luar daerah yang bekerja di Kota Mataram cukup banyak. Apalagi Kota Mataram menjadi daerah yang paling banyak perusahaan di NTB. Jadi tidak menutup kemungkinan orang yang bekerja dari luar daerah di Kota Mataram jumlahnya cukup besar. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks