alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Dapat Bantuan Korona, Rumah Bakal Ditempeli Stiker Penanda Warga Miskin

MATARAM-Penempelan stiker di rumah warga miskin penerima bantuan sosial (bansos) akan segera dilakukan. DPRD Kota Mataram sudah menganggarkan kegiatan tersebut melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir).

“Tapi sekarang kami masih sibuk mengurus JPS (Jaring Pengaman Sosial ),” kata Kepala Dinas Sosial (Disos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati, Selasa (23/6).

Warga yang rumahnya akan ditempelkan stiker merupakan warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan bansos lainnya.

Menurut Asna, menempel stiker kepada warga penerima bansos niatnya baik. Agar data warga miskin di Kota Mataram benar-benar valid. Sebab, setiap warga akan saling mengawasi. “Tentu orang kaya yang dapat bantuan ini akan malu. Sehingga dia tidak mau lagi menerima bantuan sosial tersebut,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Asna juga mengatakan, memverifikasi Basis Data Terpadu (BDT) penerima bansos tidak semudah yang dibayangkan. Karena harus sepengetahuan kepala lingkungan dan lurah dengan melakukan musyawarah keluarahan (Muskel). “Jadi mau tidak mau harus dilakukan Muskel dulu,” ucap perempuan berjilbab ini.

Sejauh ini kata dia, pihaknya hanya menerima data yang menerima bansos saja. Tanpa ditahu siapa orangnya. Mau miskin atau kaya, pihaknya hanya menerima data. “Kami sifatnya hanya menerima data saja,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati mendorong agar Disos secepatnya melakukan verifikasi penerima bansos. Menurutnya, tidak tepatnya sasaran penerima JPS tidak lepas dari amburadulnya BDT. “Ini harus diverifikasi ulang,” ucapnya.

DPRD Kota Mataram sudah memberikan dana Pokir untuk penempelan stiker kepada warga penerima bansos. Dengan tujuan agar tepat sasaran. “Kalau orang kaya menerima bansos, pasti akan malu ditempelkan stiker,” kata politisi PDIP ini. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks