alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

KONI Mataram Siap Verifikasi Sertifikat Prestasi Olahraga Calon Siswa

MATARAM-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram memverifikasi keabsahan dari sertifikat atau piagam yang dijadikan syarat mendaftar pada jalur prestasi non akademik pada penerimaan siswa baru. “Benar tidaknya ada kejuaraan dan piagam dilampirkan akan kita cek,” kata Ketua KONI Kota Mataram H Firadz Pariska, kemarin (22/6).

Sebelumnya, SMPN 2 Mataram menolak  beberapa siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi non akademik dengan melampirkan sertifikat atau piagam kejuaraan yang dimenangkan dalam cabang olahraga.

Firadz mengatakan, pihaknya memiliki tim administrasi yang akan mengecek piagam atau sertifikat kejuaraan yang diikuti siswa dalam cabor. Dari sana dia bisa memberikan rekomendasi berupa legalisir dan surat sebagai syarat untuk mendaftar. “Kami juga sudah kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) terkait jalur prestasi non akademik ini,” ujarnya.

Menurutnya, siswa yang berprestasi dalam bidang olahraga harus diberikan penghargaan untuk menyiapkan pendidikan yang lebih baik. Karena tidak menutup kemungkinan cabor yang digeluti calon atlet akan terus diasah ditingkat yang lebih tinggi. “Apalagi jika prestasinya berjenjang dari tingkat kota hingga nasional,” ucapnya.

Baca Juga :  KONI Mataram Akan Segera Mulai Tahapan Pelatda Pada Bulan Ini

Dia mengatakan, KONI  akan mengawasi pelaksanaan PPDB jalur prestasi non akademik, terutama siswa yang menyerahkan sertifikat dalam bidang olahraga. Dalam pengawasan ini ujar dia, KONI juga tahu batasan-batasan mana siswa yang akan diberikan rekomendasi atau tidak. “Kami juga akan menyamakan persepsi dengan Disdik,” terangnya.

Menurutnya, biasanya anak yang berprestasi dalam bidang olahraga akan mendapat sertifikat atau penghargaan. Persoalan siswa ditolak melalui jalur prestasi non akademik bukan hanya tahun ini terjadi, melainkan juga dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga perlududuk bersama menyampaikan persepsi. “Orang tua juga harus tahu batasan-batasan untuk mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi non akademik,” tegasnya.

Pada prinsipnya tambah dia,  jalur prestasi non akademik para wali murid ingin tahu gambaran apakah anaknya bisa diterima atau tidak dari jalur tersebut. Misalnya, nilai akademik kurang, namun dengan adanya sejumlah prestasi non akademik apakah bisa mendongkrak. “Paling tidak ada gambaran orang tua terkait peluang anaknya diterima di sekolah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Lima Orang ASN Terancam Dipecat

Kepala SMPN 6 Mataram H Sibawaih tetap mengakomodir siswa melalui jalur prestasi non akademik yang melampirkan sertifikat penghargaan. Karena bagaimanapun siswa yang mendaftar ini juga belum tentu diterima karena ada proses seleksi. “Ini akan kita seleksi, prestasi yang levelnya lebih tinggi yang akan lolos,” terangnya.

Di SMPN 6 Mataram jumlah siswa yang diterima hanya sepuluh kelas dengan masing-masing rombongan belajar (rombel) diisi 28 siswa. “Ini aturan dari Disdik. Kita harus ikuti,” pungkasnya. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/